Soal Kebijakan Sekolah 5 Hari, Berikut Pendapat Para Ahli

- Penulis

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 05:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoLangsa.Com – Medan
Guna mencegah tawuran, penyalahgunaan Narkoba, dan keterlibatan pelajar dalam geng motor, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut akan menerapkan sistem sekolah lima hari mulai tahun ajaran baru 2025/2026.
Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Alexander Sinulingga.

Lebih jauh, program lima hari sekolah merupakan arahan langsung dari Gubernur Sumut Bobby Nasution, yang sejalan dengan visi dan misi kepemimpinan provinsi tersebut. Tidak hanya mencegah aksi tawuran, geng motor dan narkoba, program ini juga diyakini bisa meningkatkan pariwisata dan UMKM di Sumut. “Akan langsung diterapkan pada tahun ajaran baru 2025-2026,” ucap Alex.

Ia menjelaskan, program ini menjadi salah satu terobosan unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut dalam mewujudkan kolaborasi Sumut Berkah, menuju provinsi yang unggul, maju, dan berkelanjutan.

“Dengan belajar selama lima hari, tentu akan menekan tingginya angka tawuran, penyalahgunaan narkoba, dan aktivitas geng motor di kalangan pelajar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pada hari Sabtu dan Minggu para pelajar akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga. Hal ini diharapkan memperkuat pengawasan orang tua dan membangun karakter anak sejak dini.

Selain itu, proses belajar 5 hari juga akan memajukan sektor pariwisata dan UMKM di Sumut. “Pengawasan keluarga sangat penting, karena tumbuh kembang anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga,” jelasnya.

Lebih lanjut, Alex menyebut sistem belajar dari Senin hingga Jumat ini juga memberi ruang bagi siswa untuk aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan.
Ia menekankan bahwa program sekolah lima hari ini merupakan pondasi penting untuk masa depan pendidikan di Sumatera Utara.

“Ini selaras dengan visi nasional Indonesia Emas 2045. Sebuah aksi nyata dari visi Gubernur dan Wakil Gubernur yang juga terkoneksi dengan kebijakan Kemendikbudristek,” terangnya.

Program ini akan mulai diterapkan secara serentak pada seluruh SMA, SMK, dan SLB di Sumatera Utara mulai akhir Juli 2025. “Bulan tujuh akhir akan dimulai,” tutup Alex.

Terpisah, Assoc Prof.Dr. Rudi Salam Sinaga, S.Sos,.M.Si
Dosen Universitas Medan Area berpendapat, kebijakan dalam bidang pendidikan yang menerapkan kewajiban belajar 5 hari oleh pemerintah provinsi Sumatera Utara melalui dinas pendidikan akan berdampak pada pemeliharaan hubungan interaksi sosial siswa siswi di dalam keluarga dan di lingkungan sosial.

Kita melihat terdapat 3 klasifikasi profesi pekerjaan orang tua siswa siswi yaitu, pertama, aparatur negara (ASN,TNI, Polri, badan adhoc:KPU/kok dll). Kedua, pegawai swasta dan ketiga, wiraswasta.

Klasifikasi dari 3 profesi pekerjaan ini tentu memiliki persepsi tersendiri terhadap rutinitas hari Sabtu. Ada yang yang fokus pada urusan kehadiran pesta, rekreasi, bersantai dan tetap bekerja mencari nafkah.

Kebijakan lima hari belajar akan maksimal bila hari Sabtu dapat diprogramkan pemerintah provinsi, kabupaten, kota untuk membangun kembali jati diri bangsa yang terfokus pada kalangan pelajar untuk melakukan aktivitas interaksi sosial di keluarga dan lingkungan tempat tinggal.

Dengan demikian siswa siswi akan terhindar dari pengaruh bahaya narkoba, tawuran, geng begal bermotor, judi online. Akhirnya memang kebijakan publik belahan dunia manapun termasuk negara maju maupun negara berkembang tidak akan dapat mengadopsi seluruh pendapat warga namun kebijakan publik akan memberikan kepuasan bagi seluruh warga dikemudian hari seiring waktu berjalan mencapai suksesnya kebijakan publik tersebut terbukti efektif.

Ditambahkan, Dr Mansyur Hidayat Pasaribu, M.Pd. Direktur Pusat Pendidikan Rakyat (Pusdikra) Sumatera Utara yang juga praktisi pendidikan mengatakan, tentu kita merespon kebijakan ini dengan baik, apalagi kebijakan yang disampaikan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, diniatkan agar aktifitas siswa lebih banyak waktu belajar di sekolah, konsep dan format pembelajaran full day (satu harian) ini,sehingga bisa menekan terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan bersama, disebabkan kondisi tubuh yang lelah usai belajar satu harian di sekolah.

Pembelajaran lima hari ini, semakin menambah kedekatan waktu antara orang tua dan siswa dalam komunikasi di rumah, sebab padatnya waktu belajar di sekolah, mengurangi aktifis siswa, sehingga mereka (siswa) banyak menghabiskan waktunya istirahat di rumah.

Pembelajaran lima hari ini, dari sisi interaksi keluarga akan terbangun secara baik, artinya quality time antara orang tua dan siswa terbangun baik, sehingga berdampak para siswa bisa membatasi waktu diluar rumah, sebab belajar full day di sekolah, turut mempengaruhi psikologi siswa, letih dan sebagainya, pada akhirnya siswa lebih banyak istirahat di rumah, sembari mengecas energinya untuk besok harinya ke sekolah,”ujar Doktor Manajemen Pendidikan UINSU ini.

Masdar Tambusai, S.Ag.
Kepala Sekolah SMK APIPSU Medan juga berpendapat Generasi Sumut tidak hanya harus cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental, santun secara moral, dan kaya secara kultural,” ujarnya. *

Rizky

Berita Terkait

SMK Negeri 7 Kota Lhokseumawe gelar ekstrakurikuler Public Speaking
UMKM Erni Cake Ramaikan Langsa EXPO 2026, Etalase Kebangkitan Ekonomi di HUT Pemko ke-25
Meriah! Langsa EXPO 2026 Resmi Dibuka, Perayaan HUT Pemko ke-25 Dipusatkan di Taman Hutan Kota
DPRK Aceh Tamiang Sampaikan Pendapat Panitia Anggaran terhadap KUPA dan PPAS-P 2026
PANGDAM IM Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P Buka Lomba PBB SLTA Se-Aceh HUT ke-81 TNI Tahun 2026 Lapangan Blang Padang, Banda Aceh
Ratusan Warga Implasmen Relokasi Antusias Ikuti Pengobatan Gratis PT Cut Mutia Medika Nusantara
Wali Kota Langsa Tinjau Langsung Proses Penyaluran Jadup dan Sapa Warga di Lokasi
Kunjungan Ketua Umum Bhayangkari Ny. Juliati Sigit Prabowo Dalam Rangka Peresmian Sumur Bor dan Bakti Sosial di Wilayah Kabupaten Aceh Tamiang
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 19:09

SMK Negeri 7 Kota Lhokseumawe gelar ekstrakurikuler Public Speaking

Jumat, 25 September 2026 - 19:00

UMKM Erni Cake Ramaikan Langsa EXPO 2026, Etalase Kebangkitan Ekonomi di HUT Pemko ke-25

Jumat, 25 September 2026 - 18:04

Meriah! Langsa EXPO 2026 Resmi Dibuka, Perayaan HUT Pemko ke-25 Dipusatkan di Taman Hutan Kota

Jumat, 25 September 2026 - 12:12

DPRK Aceh Tamiang Sampaikan Pendapat Panitia Anggaran terhadap KUPA dan PPAS-P 2026

Jumat, 25 September 2026 - 09:42

PANGDAM IM Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P Buka Lomba PBB SLTA Se-Aceh HUT ke-81 TNI Tahun 2026 Lapangan Blang Padang, Banda Aceh

Kamis, 24 September 2026 - 12:22

Wali Kota Langsa Tinjau Langsung Proses Penyaluran Jadup dan Sapa Warga di Lokasi

Kamis, 24 September 2026 - 11:30

Kunjungan Ketua Umum Bhayangkari Ny. Juliati Sigit Prabowo Dalam Rangka Peresmian Sumur Bor dan Bakti Sosial di Wilayah Kabupaten Aceh Tamiang

Kamis, 24 September 2026 - 09:31

BNN Kota Langsa Dorong Sinergi Dunia Usaha untuk Wujudkan Kawasan Rawan Narkoba yang Mandiri dan Berdaya Saing

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x