Rahmad Sukendar Desak Kasus Pembacokan Jaksa Jhon Wesly Diusut Tuntas: “Harus Dibongkar Sampai ke Akar-Akarnya”!

- Penulis

Selasa, 27 Mei 2025 - 02:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoLangsa.Com – Medan
Kasus pembacokan yang menimpa Jaksa Jhon Wesly Sinaga menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan bahwa aksi tersebut dipicu oleh permintaan uang sebesar Rp138 juta yang disebut-sebut dilakukan oleh korban. Pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) telah membantah keras tuduhan tersebut, namun polemik terus berkembang.

Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI), Rahmad Sukendar, angkat bicara dan menegaskan bahwa kasus ini tidak bisa dianggap remeh dan harus diusut secara menyeluruh.

“Ini persoalan serius dan harus diungkap sampai ke akar-akarnya. Ketika ada tuduhan terhadap aparat penegak hukum yang dikaitkan dengan tindakan pemerasan, ini menyangkut marwah institusi kejaksaan. Penanganannya harus transparan dan akuntabel,” tegas Rahmad Sukendar dalam keterangannya, Senin (27/5).

Menurutnya, penegakan hukum harus dilakukan secara objektif tanpa tebang pilih. Jika memang tidak ada unsur pemerasan seperti yang dituduhkan pelaku, maka harus ada klarifikasi terbuka agar masyarakat tidak kehilangan kepercayaan terhadap lembaga kejaksaan.

“Kalau tuduhan itu tidak benar, maka bersihkan nama baik jaksa yang bersangkutan. Namun jika ada indikasi penyimpangan, maka oknum tersebut harus diproses hukum. Jangan sampai masyarakat menganggap bahwa ada pembiaran terhadap praktik-praktik menyimpang,” tambahnya.

Rahmad juga menekankan bahwa tindakan kekerasan terhadap aparat penegak hukum tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apa pun. Namun, ia tetap mendesak agar motif pelaku diusut lebih dalam. “Kami di BPI KPNPA RI akan ikut mengawal kasus ini agar terang benderang. Negara tidak boleh kalah oleh praktik premanisme, dan pada saat yang sama tidak boleh membiarkan adanya penyalahgunaan wewenang oleh aparat,” ujarnya.

Saat ini pihak kepolisian masih mendalami motif pembacokan tersebut, sementara Kejati Sumut menyatakan siap bekerjasama sepenuhnya dalam penyelidikan.

(Red)

Berita Terkait

WARGA LHOK BANIE APRESIASI PENYALURAN BANTUAN BANJIR PEMKO LANGSA
Perempuan di Sampit Dibakar oleh Pacarnya
Wabup Ismail Terima Bantuan 54 Unit Rumah Hunian dari Laznas Al Irsyad
Wali Kota Langsa Tutup Festival Santri Meuseuraya II: Lahirkan Generasi Qurani
DANRAMIL 08/RANTAU HADIRI SERAH TERIMA RUMAH ACEH MANDIRI DI ALUR MANIS
Melalui Nobar Piala Dunia 2026 Perkokoh Kebersamaan Babinsa Koramil Jajaran Kodim 0117/Aceh Tamiang Dan Warga Binaan
Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol ( Pur ) Drs Armia Fahmi M.H Resmikan Sekolah Malaka
Wali Kota: CFD Bukan Sekadar Olahraga, Tapi Ruang Kebersamaan Warga
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 06:43

WARGA LHOK BANIE APRESIASI PENYALURAN BANTUAN BANJIR PEMKO LANGSA

Senin, 29 Juni 2026 - 03:56

Perempuan di Sampit Dibakar oleh Pacarnya

Senin, 29 Juni 2026 - 03:47

Wabup Ismail Terima Bantuan 54 Unit Rumah Hunian dari Laznas Al Irsyad

Minggu, 28 Juni 2026 - 14:31

Wali Kota Langsa Tutup Festival Santri Meuseuraya II: Lahirkan Generasi Qurani

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:07

DANRAMIL 08/RANTAU HADIRI SERAH TERIMA RUMAH ACEH MANDIRI DI ALUR MANIS

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:58

Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol ( Pur ) Drs Armia Fahmi M.H Resmikan Sekolah Malaka

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:28

Wali Kota: CFD Bukan Sekadar Olahraga, Tapi Ruang Kebersamaan Warga

Minggu, 28 Juni 2026 - 06:36

Muscab Cabang IDI Bireuen 2026 Berjalan Lancar Dan Sukses.

Berita Terbaru

News

Perempuan di Sampit Dibakar oleh Pacarnya

Senin, 29 Jun 2026 - 03:56

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x