Lhokseumawe – Infolangsa.com
Upaya pemberantasan narkoba di wilayah Aceh kembali menunjukkan hasil positif. Personel Intelijen Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Kodam IM) berhasil mengamankan seorang pria yang diduga kuat merupakan bandar narkotika jenis sabu-sabu yang dilakukan pada Jumat sore (16/5/2025) di wilayah Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.
Penangkapan ini bermula dari informasi yang diperoleh melalui jaringan Intel Kodam IM, yang menyebutkan akan berlangsungnya transaksi narkotika jenis sabu di wilayah Kota Lhokseumawe. Informasi tersebut segera dilaporkan kepada Komandan Korem 011/Lilawangsa, dan diteruskan kepada Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayor Jenderal TNI Niko Fahrizal, M.Tr.(Han).
Menindaklanjuti laporan tersebut, Pangdam IM memerintahkan Asisten Intelijen Kasdam IM untuk mengambil langkah cepat, tepat, dan terukur. Tim gabungan Intel Kodam IM pun segera bergerak melakukan penyelidikan intensif dan mengamati pergerakan target.
Sekitar pukul 15.30 WIB, tim mulai membuntuti pergerakan seorang pria yang dicurigai sebagai pelaku utama. Pada pukul 17.00 WIB, saat transaksi berlangsung, tim langsung melakukan penangkapan terhadap pria berinisial S. Dalam penggeledahan di lokasi, aparat menemukan barang bukti berupa 50 gram (setengah ons) sabu-sabu siap edar. Pelaku pun segera diamankan dan dibawa ke lokasi aman untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah diamankan dan dalam proses pelimpahan ke Polres Aceh Utara guna proses hukum dan pengembangan kasus lebih lanjut. Aparat berharap penangkapan ini dapat menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan narkotika yang lebih luas yang masih beroperasi di wilayah Aceh.
Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Niko Fahrizal, M.Tr.(Han), menyampaikan apresiasi terhadap kinerja cepat dan sigap personel intelijen Kodam IM dalam menggagalkan peredaran narkotika yang merusak generasi muda.
“Peredaran narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan bangsa, terutama bagi generasi muda. Oleh karena itu, Kodam IM akan terus mendukung penuh dan mengambil langkah-langkah tegas terhadap segala bentuk aktivitas penyalahgunaan dan peredaran narkoba di wilayah Aceh,” tegas Pangdam IM.
Beliau juga menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan narkotika di wilayah Aceh. Pemberantasan narkoba merupakan salah satu bentuk komitmen TNI AD dalam mendukung pemerintah menciptakan masyarakat yang sehat, aman, dan sejahtera.
“Kami tidak akan tinggal diam. Setiap informasi sekecil apa pun akan kami tindak lanjuti secara serius. Keberhasilan ini adalah bukti bahwa kerja sama antara intelijen dan masyarakat bisa membuahkan hasil signifikan,” tambah Mayjen TNI Niko Fahrizal.
Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak ragu memberikan informasi kepada aparat apabila melihat atau mengetahui adanya aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba.
“Dengan kerja sama yang kuat antara masyarakat dan aparat keamanan, kita bisa wujudkan Aceh yang bersih dari narkoba,” pungkasnya.
Dengan pengungkapan ini, diharapkan aparat keamanan dapat terus menggencarkan upaya penelusuran terhadap jaringan pengedar lainnya, serta memberikan efek jera kepada pelaku. Kodam Iskandar Muda berkomitmen untuk terus berada di garis depan dalam menjaga keamanan dan moralitas masyarakat Aceh dari bahaya laten narkotika.
Sumber Media Center Kodam IM
Redaksi




















