InfoLangsa.Com – BIREUEN
Usulan pengadaan pompanisasi yang diajukan secara resmi oleh Keuchik Gampong Tingkem Manyang, Mawardi, bersama dengan seluruh perangkat Gampong, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kuta Blang Tahun 2026 bertujuan untuk mengantisipasi kekeringan akibat kerusakan irigasi pasca banjir, sehingga petani tetap bisa mengolah lahan bahkan pada musim kemarau dengan target panen hingga tiga kali setahun.
Keuchik Mawardi menjelaskan bahwa usulan ini merupakan hasil musyawarah bersama seluruh perangkat Gampong dan perwakilan petani setelah melihat kondisi aktual di lapangan. “Kami bersama perangkat Gampong sepakat untuk mengusulkan pengadaan pompanisasi agar bisa melanjutkan aktivitas bertani walaupun musim kemarau. Pasca banjir, irigasi kami rusak sehingga khawatir akan terjadi kekeringan jika tidak ada sarana pengairan tambahan. Semoga dengan adanya pompa ini, masyarakat bisa panen 3 kali dalam tempo setahun,” ungkap Keuchik Mawardi.

Dalam wawancara dengan tim media yang melakukan tinjauan lapangan, Abdul Aziz, SP – Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kuta Blang sekaligus Penyuluh Pertanian Lapangan Bantu (PPLbu) Wilker Desa Tingkem Manyang, menyampaikan bahwa lahan pertanian di wilayah tersebut memiliki luas sekitar 26 hektar.
“Salah satu hal yang menarik dari desa ini adalah potensi hasil bumi yang sangat beragam, mulai dari hasil kebun hingga sayur mayur dan komoditas pertanian lainnya. Potensi ini bisa lebih maksimal jika didukung dengan sarana pengairan yang memadai, sesuai usulan yang diajukan Keuchik dan perangkat Gampong,” ujar Abdul Aziz.
Kegiatan Musrenbang yang digelar di Kantor Camat Kuta Blang pada Rabu (25/2/2026) menyoroti kondisi sawah yang tidak selalu kekurangan air, namun kini menghadapi risiko kekeringan karena sistem irigasi yang rusak akibat dampak banjir yang pernah terjadi. Sampai saat ini, wilayah tersebut belum memiliki pompa baru untuk pengairan cadangan.
Menurut informasi yang disampaikan oleh perangkat Gampong, kerusakan pada sistem irigasi membuat pasokan air ke sawah tidak stabil. Dengan adanya pompanisasi yang akan dibangun sesuai usulan, diharapkan petani dapat mengakses air secara teratur dan tetap memaksimalkan produktivitas lahan pertanian yang memiliki potensi besar.
Usulan pengadaan pompa baru ini menjadi bagian dari serangkaian aspirasi infrastruktur yang diajukan dalam Musrenbang tahun ini, bersama dengan perbaikan pinggir sungai dan akses jalan. Usulan yang diajukan Keuchik Mawardi dan perangkat Gampong akan ditindaklanjuti setelah proses verifikasi dan penyusunan data yang lengkap serta akurat selesai dilakukan.
Selain usulan fisik, Musrenbang juga membahas pentingnya pembangunan sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Kini, masyarakat Gampong Tingkem Manyang khususnya petani berharap usulan pompanisasi yang diajukan Keuchik dan perangkat Gampong bisa segera terealisasi agar aktivitas pertanian tidak terganggu meskipun kondisi irigasi belum pulih sepenuhnya dan potensi hasil bumi lokal dapat dimanfaatkan secara optimal.
Mega




















