TNI Tuntaskan Finishing Jembatan Bailey di Desa Karang Rejo, Akses Transportasi Warga Segera Pulih

- Penulis

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoLangsa.Com – Bener Meriah
Kodim 0119/Bener Meriah melalui Satuan Tugas (Satgas) Gulbencal Kodam Iskandar Muda terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Bener Meriah. Pada Rabu (25/02/2026), personel gabungan melaksanakan tahap akhir pengerjaan Jembatan Bailey di Desa Karang Rejo, Kecamatan Bukit, berupa pengecatan sebagai bagian dari proses finishing sebelum jembatan tersebut resmi difungsikan untuk masyarakat.

Kegiatan pengecatan ini menjadi penanda bahwa progres pembangunan jembatan telah memasuki tahap penyelesaian akhir. Sejak awal pengerjaan, Satgas Gulbencal bekerja secara intensif dan terkoordinasi guna memastikan seluruh tahapan konstruksi berjalan sesuai standar teknis serta memperhatikan faktor keamanan dan ketahanan jembatan.

Satgas Gulbencal yang terlibat dalam pengerjaan tersebut terdiri dari prajurit Batalyon Zeni Konstruksi 13/Karya Etmaka, Batalyon Zeni Konstruksi 14/Sradha Wirya Samertitaya, Detasemen Zeni Tempur 3/Agni Tirta Dharma, serta personel Koramil 06/Bukit. Sinergi antar satuan tersebut mencerminkan soliditas dan profesionalisme prajurit TNI AD dalam melaksanakan tugas membantu pemerintah daerah dan masyarakat.

Komandan Kodim 0119/Bener Meriah, Letkol Inf Ahmad Fauzi, melalui Danramil 06/Bukit Kapten Czi Aep Mukhran Halid yang berada di lokasi kegiatan menjelaskan bahwa proses pengecatan bukan sekadar memperindah tampilan jembatan, melainkan memiliki fungsi teknis yang sangat penting.
“Pengecatan Jembatan Bailey dengan warna merah putih ini merupakan tahap akhir atau finishing. Selain memberikan tampilan yang rapi, bersih, dan representatif, lapisan cat juga berfungsi melindungi material baja dari korosi akibat paparan cuaca, sehingga usia pakai jembatan dapat lebih panjang dan tetap aman digunakan dalam jangka waktu lama,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemilihan warna merah putih pada pagar dan bagian tertentu jembatan juga memiliki makna simbolis sebagai representasi semangat kebangsaan. Di samping itu, kombinasi warna tersebut berfungsi sebagai penanda visual yang kontras bagi pengendara yang melintas, sehingga meningkatkan aspek keselamatan, terutama pada malam hari maupun dalam kondisi cuaca berkabut atau hujan.

Pembangunan Jembatan Bailey ini merupakan bagian dari upaya TNI dalam membantu pemerintah daerah memulihkan akses transportasi masyarakat yang sebelumnya mengalami gangguan. Jembatan tersebut memiliki peran vital sebagai penghubung utama antarwilayah di Desa Karang Rejo dan sekitarnya, yang menunjang kelancaran distribusi hasil pertanian, akses pendidikan bagi para pelajar, serta mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Dengan mayoritas masyarakat setempat berprofesi sebagai petani, keberadaan jembatan yang layak dan aman sangat berpengaruh terhadap kelancaran roda perekonomian. Selama akses terganggu, warga harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dan berisiko. Oleh karena itu, percepatan penyelesaian jembatan ini menjadi harapan besar bagi masyarakat.

Salah seorang warga Desa Karang Rejo, Sulaiman (45), menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas dedikasi serta kerja keras personel TNI yang terlibat dalam pembangunan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah bekerja tanpa kenal lelah. Dengan adanya jembatan ini, kami tidak lagi kesulitan membawa hasil kebun ke pasar dan aktivitas anak-anak ke sekolah juga menjadi lebih lancar. Semoga jembatan ini segera bisa digunakan,” ungkapnya.

Diharapkan, setelah rampungnya tahap finishing pengecatan ini, Jembatan Bailey di Desa Karang Rejo dapat segera diresmikan dan difungsikan dalam waktu dekat. Dengan kembali normalnya akses transportasi, aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di Kecamatan Bukit diharapkan semakin meningkat, sekaligus memperkuat konektivitas dan ketahanan wilayah di Kabupaten Bener Meriah.

Redaksi

Berita Terkait

Aceh Tamiang Memasuki Masa Transisi Pemulihan Pasca Bencana
Senyum Ceria Masyarakat Tanjung Genteng, TNI Selesaikan Pembangunan Jembatan
Sosialisasi Permeko No 2 Tahun 2026 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR Pasca Bencana di Aceh Tamiang
TNI AD Lanjutkan Progres Pembangunan Jembatan Penghubung Desa di Kecamatan Linge, Aceh Tengah
Tradisi Peusejuek tandai selesainya Pembangunan Jembatan Garuda Desa Teungoh, Kab. Aceh Utara
Usulan Pompanisasi di Gampong Tingkem Manyang: Antisipasi Kerusakan Irigasi Pasca Banjir
Satgas TMMD Ke-127 Optimalkan Sarana Air Bersih, Tower Tandon Diturunkan untuk Penyempurnaan.
Satu Tekad, Satu Tujuan: Satgas TMMD dan Warga Jeumpa Sikureng Bersinergi Demi Kemajuan Desa.
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:58

Aceh Tamiang Memasuki Masa Transisi Pemulihan Pasca Bencana

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:47

Senyum Ceria Masyarakat Tanjung Genteng, TNI Selesaikan Pembangunan Jembatan

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:39

Sosialisasi Permeko No 2 Tahun 2026 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR Pasca Bencana di Aceh Tamiang

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:20

TNI AD Lanjutkan Progres Pembangunan Jembatan Penghubung Desa di Kecamatan Linge, Aceh Tengah

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:11

Tradisi Peusejuek tandai selesainya Pembangunan Jembatan Garuda Desa Teungoh, Kab. Aceh Utara

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:53

Usulan Pompanisasi di Gampong Tingkem Manyang: Antisipasi Kerusakan Irigasi Pasca Banjir

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:35

Satgas TMMD Ke-127 Optimalkan Sarana Air Bersih, Tower Tandon Diturunkan untuk Penyempurnaan.

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:32

Satu Tekad, Satu Tujuan: Satgas TMMD dan Warga Jeumpa Sikureng Bersinergi Demi Kemajuan Desa.

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x