InfoLangsa.Com – Banda Aceh
Kehadiran aparat kewilayahan di tengah masyarakat tidak hanya terlihat melalui tugas pembinaan teritorial dan menjaga stabilitas keamanan, namun juga melalui kontribusi aktif dalam kegiatan keagamaan. Hal tersebut tampak pada pelaksanaan ibadah Tarawih malam pertama bulan suci Ramadhan di Meunasah Al-Ikhlas, Gampong Bitai, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh, Rabu malam (18/2/2026).
Personel Kodim 0101/Kota Banda Aceh, Serda Hazami yang sehari-hari menjabat sebagai Babinsa Koramil 03/Lhoknga, mendapat kepercayaan untuk menjadi imam sekaligus menyampaikan taushiah kepada jamaah yang hadir. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekhusyukan, diikuti oleh masyarakat setempat yang antusias menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
Usai melaksanakan shalat Isya dan sebelum pelaksanaan shalat Tarawih, Serda Hazami menyampaikan taushiah yang mengangkat tema tentang rukun puasa. Dalam penjelasannya, ia menyampaikan bahwa rukun puasa merupakan unsur pokok dan pilar utama dalam menjalankan ibadah puasa, yang wajib dipenuhi oleh setiap Muslim agar ibadah yang dijalankan sah menurut syariat Islam.
Ia menegaskan bahwa apabila salah satu rukun puasa tidak terpenuhi, maka puasa yang dilakukan dapat dianggap batal atau tidak sah. Oleh karena itu, pemahaman tentang rukun puasa perlu dipahami dengan baik sejak awal Ramadhan agar pelaksanaan ibadah berjalan dengan sempurna.
Dalam taushiahnya, Serda Hazami menjelaskan bahwa terdapat dua rukun utama puasa. Rukun pertama adalah membaca niat berpuasa, yaitu bentuk penegasan hati untuk menjalankan ibadah puasa semata-mata karena Allah SWT. Niat menjadi fondasi utama dalam setiap ibadah, termasuk puasa, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa tidak sah puasa seseorang apabila tidak berniat pada malam hari.
Ia juga menjelaskan bahwa niat puasa wajib, seperti puasa Ramadhan, qadha Ramadhan, nazar, maupun kafarat, dapat dilafalkan sejak masuk waktu Magrib hingga sebelum terbit fajar. Sementara itu, untuk puasa sunnah, niat masih dapat dilakukan setelah terbit fajar sebelum waktu Zuhur, dengan syarat belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Dalam kesempatan tersebut, Serda Hazami turut membacakan lafaz niat puasa Ramadhan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Yang artinya: “Saya niat menjalankan ibadah puasa esok hari demi menunaikan fardu di bulan Ramadhan pada tahun ini hanya karena Allah SWT semata.”
Selanjutnya, rukun kedua yang dijelaskan adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Hal-hal tersebut di antaranya makan dan minum dengan sengaja, melakukan hubungan suami istri di siang hari, muntah disengaja, haid, nifas, serta perbuatan lain yang dapat membatalkan puasa. Penjelasan ini diperkuat dengan firman Allah SWT dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 187 yang menjelaskan batasan waktu dan aturan dalam menjalankan ibadah puasa.
Keuchiek Gampong Bitai, Zulfahmi, usai pelaksanaan shalat Tarawih menyampaikan rasa bahagia dan apresiasi atas keterlibatan Babinsa dalam kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat. Menurutnya, kehadiran aparat TNI di tengah masyarakat tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi teladan dalam kehidupan sosial dan spiritual.
Ia menuturkan bahwa sosok Serda Hazami dikenal aktif dan dekat dengan masyarakat, serta kerap diminta menjadi imam maupun memberikan taushiah di berbagai kesempatan keagamaan. Hal tersebut dinilai mampu mempererat hubungan antara aparat kewilayahan dengan warga serta meningkatkan semangat kebersamaan di lingkungan gampong.
Beliau juga mengungkapkan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari pembinaan mental dan spiritual masyarakat, khususnya dalam memakmurkan meunasah selama bulan suci Ramadhan.
Bapak Zulfahmi berharap momentum Ramadhan tahun ini menjadi sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan seluruh warga, sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah serta sinergi antara masyarakat dan aparat kewilayahan dalam menjaga keharmonisan lingkungan.
Kegiatan ibadah pada malam tersebut berlangsung lancar dan penuh kekhusyukan, serta menjadi awal yang baik bagi masyarakat Gampong Bitai dalam menyambut dan menjalankan rangkaian ibadah di bulan suci Ramadhan dengan penuh semangat dan keikhlasan.
Redaksi




















