Sejarah Akronim di Indonesia, Populer Sejak Era 1960-an

- Penulis

Minggu, 24 Mei 2026 - 02:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Darwis Akbar
(Wartawan dan Pemerhati Sosial)

InfoLangsa.Com – Jakarta,
Hari ini masyarakat Indonesia akrab dengan berbagai akronim atau singkatan kata seperti “japri” (jalur pribadi), “modus” (modal dusta), hingga “mager” (malas gerak). Fenomena singkat-menyingkat kata ini ternyata sudah berlangsung sejak lama dan terus berkembang hingga sekarang.

Dalam percakapan sehari-hari, akronim menjadi bagian dari gaya bahasa masyarakat. Selain memudahkan komunikasi, singkatan juga dianggap lebih praktis dan cepat digunakan, terutama di era media sosial dan percakapan digital.

Peneliti bahasa Indonesia, Soenjono Dardjowidjojo, dalam paper berjudul Acronymic Patterns in Indonesian, menyebut kebiasaan membuat akronim sebenarnya telah ada sejak masa lampau. Namun, penggunaannya mulai populer secara luas pada era 1960-an.

Menurut penelitiannya, akronim bahkan menjadi materi wajib di akademi militer. Para calon prajurit saat itu diwajibkan mengikuti kursus khusus mengenai pembentukan singkatan dan akronim.

Popularitas akronim juga turut dipengaruhi oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Sukarno. Salah satu istilah yang terkenal adalah “berdikari”, singkatan dari “berdiri di kaki sendiri”, yang kerap digunakan Sukarno dalam pidato-pidatonya.

Fenomena ini semakin berkembang pasca peristiwa gagal kudeta tahun 1965. Sejak saat itu, berbagai singkatan dan akronim baru terus bermunculan dan menjadi bagian dari budaya bahasa masyarakat Indonesia.

Hingga kini, akronim terus berevolusi mengikuti perkembangan zaman. Tidak hanya digunakan dalam dunia politik dan militer, singkatan juga merambah bahasa gaul, budaya populer, hingga nama makanan seperti “batagor” yang berasal dari “bakso tahu goreng”.

Disiarkan Oleh :
#Redaksi InfoLangsa.Com

Berita Terkait

LSM KCBI: Jangan Main-Main dengan Perut Anak! MBG SMAN 1 Berastagi Makan Korban
Kemenag RI Dorong Percepatan Rehabilitasi Madrasah dan Rumah Ibadah di Aceh Tamiang
Digitalisasi Pajak Daerah, Bupati Aceh Tamiang Dorong Pemanfaatan SILAPANG Versi 2
Dandim 0117/Aceh Tamiang Tinjau Latihan Paskibra Kabupaten Atam
Polsek Rantau Ungkap Penadahan Kendaraan Hasil Pencurian, Satu Unit Yamaha Lexy Berhasil Diamankan di Deli Serdang
Camat Langsa Baro Ajak 12 Gampong Kobarkan Semangat “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”
Kapolres Aceh Tamiang: “Media Mitra Strategis Sampaikan Informasi Akurat ke Masyarakat”.
Polsek Tamiang Hulu Berikan Himbauan Larangan Karhutla cegah Kebakaran Hutan dan Lahan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 02:23

LSM KCBI: Jangan Main-Main dengan Perut Anak! MBG SMAN 1 Berastagi Makan Korban

Jumat, 14 Agustus 2026 - 02:16

Kemenag RI Dorong Percepatan Rehabilitasi Madrasah dan Rumah Ibadah di Aceh Tamiang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 02:14

Digitalisasi Pajak Daerah, Bupati Aceh Tamiang Dorong Pemanfaatan SILAPANG Versi 2

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:33

Dandim 0117/Aceh Tamiang Tinjau Latihan Paskibra Kabupaten Atam

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:29

Polsek Rantau Ungkap Penadahan Kendaraan Hasil Pencurian, Satu Unit Yamaha Lexy Berhasil Diamankan di Deli Serdang

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:03

Kapolres Aceh Tamiang: “Media Mitra Strategis Sampaikan Informasi Akurat ke Masyarakat”.

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:37

Polsek Tamiang Hulu Berikan Himbauan Larangan Karhutla cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:45

Kapolda Aceh Hadiri Secara Virtual Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x