Restorasi Kebenaran, Antara Lalat dan Sebuah Cermin Bernama Nurani

- Penulis

Rabu, 14 Mei 2025 - 00:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ilustrasi

Oleh : Chaidir Toweren

InfoLangsa.com

Kebenaran tidak pernah memohon untuk disukai. Ia tidak dibentuk dari kebutuhan untuk menyenangkan hati manusia. Ia hadir sebagaimana adanya: telanjang, tajam, dan kadang menyakitkan. Ketika kita memilih untuk mengatakannya, kita sesungguhnya tengah meletakkan cermin di tengah-tengah kerumunan—dan tidak semua orang siap bercermin.

Sebab, ketika cermin kebenaran menampakkan luka, borok, dan cacat yang selama ini disembunyikan, hanya dua kemungkinan yang terjadi. Yang bijak akan terdiam. Ia tidak merasa diserang, ia merasa tersentuh. Ia tahu bahwa kebenaran bukan untuk mempermalukan, tapi untuk membangunkan. Ia merenung, dan dalam diamnya ada kesediaan untuk berubah.

Tapi yang bodoh, mereka akan marah. Tersinggung. Merasa disudutkan, padahal hanya sedang diperlihatkan siapa diri mereka yang sesungguhnya. Reaksinya bukan karena kebenaran itu salah, tapi karena kebenaran itu terlalu benar. Terlalu terang bagi mata yang terbiasa di ruang gelap. Terlalu jujur bagi hati yang nyaman hidup dalam dusta.

Kita seperti sedang meyakinkan seekor lalat, bahwa bunga lebih indah daripada sampah. Bahwa wangi mawar lebih menenangkan daripada bau busuk got. Tapi lalat tak mengenal keindahan bunga. Ia tidak tertarik pada keharuman. Ia hidup dari sampah, berkembang di sana, dan menganggapnya rumah.

Mengapa lalat menolak bunga? Bukan karena bunga tidak indah, tapi karena ia telah jatuh cinta pada kebusukan. Dan begitulah manusia—yang telah terlalu lama hidup dari kebohongan, akan menganggap kebenaran sebagai musuh. Mereka akan menertawakannya, meremehkannya, bahkan memusnahkannya jika bisa.

Kita hidup di zaman di mana yang dusta dielu-elukan karena manis di telinga, sementara yang benar dicaci karena pahit di hati. Tapi kebenaran bukanlah pemanis, ia adalah obat. Dan seperti semua obat: ia pahit, tapi menyembuhkan.

Maka ketika engkau memilih berkata benar, jangan berharap disambut tepuk tangan. Bersiaplah dicibir, difitnah, bahkan dijauhi. Tapi itulah harga dari berdiri di sisi terang. Dan terang, meski kecil, tetaplah lebih kuat dari gelap yang paling pekat.

Tetaplah berbicara, walau hanya sedikit yang mendengar. Tetaplah berdiri, meski sendiri. Karena sejatinya, kebenaran bukan untuk menyenangkan semua orang, tetapi untuk menggugah siapa yang masih mau mendengarkan suara nuraninya.

Dan ingatlah: kita tidak berbicara untuk lalat. Kita berbicara untuk mereka yang masih mencari bunga, meski tertutup oleh tumpukan sampah.

Berita Terkait

Sebagian Kota Langsa Masih Gelap Sejak Selasa: Warga Pertanyakan Transparansi Informasi PLN
SMKN 3 Langsa Gelar Workshop Deep Learning
SMK N 3 Langsa Raih Juara 3 Street Parade Di Ajang Drumband Competition ke V 2025 Di Aceh Tamiang
12 TIM Meriahkan Perlombaan Drumbend Competition ke V 2025 Di Aceh Tamiang
Cuaca Ekstrem, Personel Tagana dan Dinas Sosial Kabupaten/Kota Siaga di Seluruh Aceh.
Ciptakan Kota Medan Aman, Elemen Masyarakat Apresiasi Kinerja Kapolrestabes Medan
Kapolres Lhokseumawe Jalin Silaturahmi dan MoU dengan UIN Sultanah Nahrasiyah, Perkuat Sinergi Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat
Polsek Langsa Tangkap Spesialis Pembongkar Rumah yang Meresahkan Warga, Dua Pelaku Dibekuk di Gampong Daulat
Berita ini 382 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:11

Kepala Desa di Dua Kecamatan Peudawa dan Idi Timur Ikuti Sosialisasi Posbakum Awal 2026.

Selasa, 13 Januari 2026 - 08:06

“Banjir dan Longsor di Aceh, SAPA: Bukan Sekadar Musibah Tahunan, Tapi Peringatan Serius”

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:24

“PMI Jakarta Barat Salurkan Bantuan Pembangunan MCK untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang”

Selasa, 13 Januari 2026 - 05:12

Babinsa Koramil 04/Bendahara Bersama Batalyon TP 853/BRB Dan Masyarakat Bersihkan Poskesdes Terdampak Banjir

Selasa, 13 Januari 2026 - 02:59

Pedagang Lapangan Hiraq Tolak Relokasi, Lima Perwakilan Dialog Langsung dengan Wali Kota

Senin, 12 Januari 2026 - 12:48

Dinsos Aceh Gelar Dzikir dan Doa Bersama untuk Korban Bencana Hidrometeorologi Aceh–Sumatera

Senin, 12 Januari 2026 - 10:19

Launching dan Peletakan Batu Pertama Sekolah Rakyat Tahap II Paket Pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Aceh 1, Serentak oleh Presiden Republik Indonesia

Senin, 12 Januari 2026 - 10:06

Plt Kadinsos Aceh Pimpin Apel Senin Gabungan, Teguhkan Semangat Kerja dan Integritas

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x