InfoLangsa.Com
Ratusan warga Gampong Kemuning, korban banjir, melakukan demo di Kantor Geuchik pada Selasa, 10 Februari 2026, karena merasa tidak puas dengan hasil pengumuman verifikasi data rumah rusak akibat banjir. Warga merasa bahwa keputusan verifikasi tersebut tidak adil dan tebang pilih.
Geuchik Kemuning Paino menjelaskan bahwa verifikasi data tersebut dilakukan oleh tim BPBD Kota Langsa dan hasilnya sudah diumumkan. “Kami hanya menjalankan instruksi dari BPBD Kota Langsa untuk mendata rumah-rumah yang rusak akibat banjir dengan 3 kriteria, yaitu rusak ringan, sedang, dan berat,” ujarnya.

Geuchik juga menjelaskan bahwa pendataan ini hanya terkait rumah rusak akibat banjir, bukan dampak banjir secara umum. “Kami sudah menyampaikan informasi tentang pendataan ini melalui Kadus Masing masing dan Informasi ini juga sudah di sosialisasikan oleh Pemko Langsa melalui media sosial” terangnya
“Dan dapat saya sampaikan bahwa di Gampong Kemuning ini ada enam dusun dan semuanya terkena banjir yaitu
1. Dusun Perdamaian,
2. Dusun Abadi,
3. Dusun Pondok Indah ,
4. Dusun Lestari,
5. Dusun Rahayu
6. Dusun Pendidikan
Dan yang terparah itu Dusun Perdamaian”, ungkapnya.
Warga yang tidak puas dengan hasil verifikasi tersebut akhirnya meninggalkan kantor geuchik setelah melakukan diskusi dan membawa formulir untuk mendata rumah dan barang-barang yang rusak akibat banjir. Suasana Gampong pun kembali kondusif setelah kejadian tersebut.
Dalam kesempatan ini, Geuchik Paino juga menyebutkan bahwa pihak desa tidak mengetahui nominal anggaran penerima manfaat dampak banjir dan hanya disuruh untuk mendata kerusakan rumah saja. Namun, setelah diskusi dengan Sekda, pihak desa diperintahkan untuk mendata perabot dan lain-lain dalam waktu 1×24 jam.”
Redaksi




















