InfoLangsa.Com – Kota Juang
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen menegaskan komitmennya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas bullying. Melalui sosialisasi pencegahan perundungan bagi guru dan siswa SMP, peserta diberi pemahaman menyeluruh mengenai bahaya bullying serta cara mengatasi dan melaporkannya.

Sosialisasi yang diikuti 120 guru dan siswa SMP tersebut dibuka Kepala Disdikbud Bireuen, Dr. Muslim, M.Si yang diwakili Sekretaris Dinas, Zamzami, S.Pd., M.M, di Aula SPNF-SKB setempat, Senin, 24 November 2025.
Dalam sambutannya, Zamzami menyampaikan, sosialisasi tersebut sangat penting sebagai langkah nyata pencegahan tindak kekerasan di satuan pendidikan.
“Sosialisasi pencegahan bullying jenjang SMP ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kekerasan dan intimidasi di sekolah. Kita ingin menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman dengan memberikan pemahaman yang benar tentang bullying kepada seluruh warga sekolah, baik guru maupun siswa,” ujar Zamzami.
Menurutnya, sosialisasi ini tidak hanya menjelaskan definisi perundungan, namun juga membekali siswa dengan kemampuan menghadapi situasi perundungan, baik saat menjadi korban maupun saksi, serta meningkatkan kepekaan sosial dan empati.
“Sosialisasi ini penting untuk mencegah terjadinya perundungan, membekali siswa dengan cara mengatasi dan melaporkannya, serta meningkatkan empati dan rasa hormat antar sesama, yang berdampak pada peningkatan prestasi akademik dan kesehatan mental mereka,” jelas Zamzami.
Dia menekankan, seluruh elemen sekolah harus memahami bullying dan menolak keras segala bentuk kekerasan.
“Dengan sosialisasi ini, anak dan guru saling memahami apa itu bullying atau perundungan dan tidak boleh terjadi kekerasan di lingkungan sekolah dalam bentuk apapun,” tegasnya.
Sosialisasi yang berlangsung selama dua hari, ( 24-25 Nopember 2025 ) dikuti 120 peserta yang terdiri dari 60 guru Bimbingan Konseling/TPPKSP dan 60 siswa SMP se-Kabupaten Bireuen.
Peserta dibagi ke dalam dua ruangan di komplek Disdikbud Bireuen agar kegiatan berjalan efektif.
Ketua Pelaksana, Anita Fonna, S.S, M.M, melaporkan kegiatan ini bertujuan memastikan semua pihak memahami jenis dan dampak bulying, membangun sekolah bebas intimidasi, mendorong empati dan sikap menghargai perbedaan, meningkatkan kolaborasi antarsiswa serta membekali mereka dengan langkah praktis saat menghadapi atau menyaksikan bullying.
“DIharapkan, para peserta dapat menjadi agen perubahan di satuan Pendidikan masing – masing dan memahami pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan saling mendukung Dengan demikian, kasus bullying dapat berkurang di sekolah, ” Ujar Anita.
Dalam sosialisasi tersebut, Disdikbud Bireuen menghadirkan narasumber dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Aceh, yakni Husaini S.Pd, M. Pd, dan Herry Mardhany, S.E, AK, M.Si.
Anggaran kegiatan ini dibiayai melalui DPA Disdikbud Bireuen yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun 2025.
HENDRI




















