Rahmad Sukendar Desak Penegak Hukum Sikat Habis Mafia Beras yang Dibekingi Oknum Pejabat Kementan dan Bulog

- Penulis

Minggu, 27 Juli 2025 - 07:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoLangsa.Com – JAKARTA
Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, melontarkan pernyataan keras terkait maraknya praktik mafia beras yang disinyalir dibekingi oleh oknum-oknum di lingkup Kementerian Pertanian (Kementan) dan Perum Bulog. Ia menilai, praktik ini merupakan bentuk pengkhianatan terhadap rakyat dan negara karena menyebabkan kelangkaan serta lonjakan harga beras secara tidak wajar di tengah masyarakat.

“Ini bukan hanya kejahatan ekonomi, tapi kejahatan kemanusiaan. Di saat rakyat menjerit karena harga beras melambung, justru ada oknum yang menari-nari di atas penderitaan. Mereka ini adalah pengkhianat bangsa dan harus disikat habis tanpa pandang bulu,” tegas Rahmad Sukendar, Sabtu (27/7/2025).

Ia mendesak agar aparat penegak hukum seperti Kejaksaan Agung, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Satgas Pangan Mabes Polri segera turun tangan membongkar sindikat mafia beras yang selama ini bekerja secara terstruktur, sistematis, dan masif. Menurut Rahmad, permainan ini tidak berdiri sendiri, melainkan dijalankan melalui pola kerja sama antara pengusaha kartel, makelar proyek, dan pejabat yang menyalahgunakan kewenangan.

“Ada indikasi kuat bahwa kelangkaan beras selama ini bukan karena gagal panen atau cuaca buruk, tapi memang dimanipulasi oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan keuntungan pribadi. Ini kejahatan luar biasa, dan harus ditangani dengan cara luar biasa juga,” lanjutnya.

Rahmad juga menekankan bahwa Presiden tidak boleh tinggal diam dalam menghadapi persoalan serius ini. Ia meminta agar Presiden memberi mandat penuh kepada lembaga penegak hukum untuk menyikat tuntas siapa pun yang terlibat, baik dari kalangan swasta maupun pejabat negara.

“Jika negara tunduk pada mafia pangan, maka kedaulatan kita hanya tinggal slogan. Ini waktunya membersihkan lembaga negara dari tikus-tikus rakus yang menggerogoti perut rakyat,” pungkasnya.

Masyarakat menanti langkah konkret, bukan hanya wacana. Penegakan hukum terhadap mafia beras akan menjadi cermin keseriusan pemerintah dalam melindungi kepentingan rakyat banyak dari praktik korup dan biadab yang selama ini merajalela.

Redaksi InfoLangsa.Com

Berita Terkait

Polda Sumsel Ungkap Kejahatan Perbankan Rp90 Miliar, Tiga Tersangka Resmi Ditahan
SATGAS GABUNGAN TNI AL GAGALKAN PENYELUNDUPAN PASIR TIMAH DI PERAIRAN BANGKA
Babinsa Koramil 04 Bendahara Cek Harga Sembako Di Pekan Mingguan
Dr. Emi: Perpustakaan Harus Jadi Pusat Inovasi untuk Generasi Digital
Bupati Armia Tinjau Penyaluran Bantuan Jadup dan Stimulan Ekonomi di Kantor Pos Kota Kualasimpang
Polres Langsa Perkuat Kerukunan melalui Doa Bersama Lintas Agama Sambut Hari Bhayangkara ke-80
Dari Greenpeace ke Nuklir: Mengapa Pendiri Greenpeace Berubah Pikiran?
Dari Panggung Bengkayang ke Seluruh Nusantara, Perjuangan San San Menghibur Demi Keluarga
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:39

Polda Sumsel Ungkap Kejahatan Perbankan Rp90 Miliar, Tiga Tersangka Resmi Ditahan

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:56

SATGAS GABUNGAN TNI AL GAGALKAN PENYELUNDUPAN PASIR TIMAH DI PERAIRAN BANGKA

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:41

Babinsa Koramil 04 Bendahara Cek Harga Sembako Di Pekan Mingguan

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:31

Dr. Emi: Perpustakaan Harus Jadi Pusat Inovasi untuk Generasi Digital

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:03

Bupati Armia Tinjau Penyaluran Bantuan Jadup dan Stimulan Ekonomi di Kantor Pos Kota Kualasimpang

Senin, 29 Juni 2026 - 23:23

Dari Greenpeace ke Nuklir: Mengapa Pendiri Greenpeace Berubah Pikiran?

Senin, 29 Juni 2026 - 23:13

Dari Panggung Bengkayang ke Seluruh Nusantara, Perjuangan San San Menghibur Demi Keluarga

Senin, 29 Juni 2026 - 14:28

Warga Sambut Kepulangan Jamaah Haji Aceh Tamiang 2026

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x