Megawati Larang Kepala Daerah PDIP Hadiri Retret Kemendagri, Dikritik Tajam oleh BPI KPNPA RI

- Penulis

Sabtu, 22 Februari 2025 - 07:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangsel – Infolangsa.com
22 Februari 2025 – Keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang melarang kepala daerah dari PDIP untuk mengikuti retret kepemimpinan daerah yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri di Magelang pada 21-28 Februari 2025, menuai kontroversi dan kritik tajam.

Instruksi ini tertuang dalam surat resmi bernomor 7294/IN/DPP/II/2025 yang ditandatangani oleh Megawati pada 20 Februari 2025. Dalam surat itu, Megawati meminta seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDIP untuk menunda perjalanan mereka ke Magelang hingga ada arahan lebih lanjut. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap penahanan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan suap dan perintangan penyidikan.

Kritik dari BPI KPNPA RI

Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI), Rahmad Sukendar, mengecam keputusan Megawati. Menurutnya, mengaitkan kasus hukum Hasto dengan program pemerintah yang bertujuan memperkuat sinergi antara pusat dan daerah adalah tindakan yang tidak mencerminkan sikap seorang negarawan.

“Kepala daerah harus bertanggung jawab kepada rakyat dan negara, bukan kepada partai. Jadi, sudah seharusnya tidak ada lagi pembangkangan terhadap kebijakan presiden,” ujar Rahmad dalam keterangan tertulis pada Sabtu (22/2/2025).

Ia menegaskan bahwa retret ini bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif dan sinergi kepemimpinan antara pusat dan daerah. Oleh karena itu, keputusan Megawati dianggap sebagai bentuk penghambatan pembangunan daerah.

Rahmad juga mengkritik sikap Megawati yang dinilai terlalu membela Hasto. Ia mempertanyakan motif di balik pembelaan tersebut, mengingat KPK telah bekerja sesuai aturan dalam menetapkan Hasto sebagai tersangka. “KPK lahir pada era kepemimpinan Presiden Megawati sendiri, sehingga seharusnya PDIP mendukung upaya pemberantasan korupsi, bukan menghalanginya,” tambahnya.

PDIP di Persimpangan Jalan

Keputusan Megawati ini dinilai berpotensi merugikan pembangunan daerah. Retret kepemimpinan daerah dirancang untuk memperkuat peran kepala daerah dalam bekerja sama dengan pemerintah pusat.

“Jika permasalahannya hanya lokasi, masih banyak tempat lain yang lebih luas dan lebih baik untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut. Jangan sampai kepala daerah menjadi korban dari tarik-ulur politik yang menghambat pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Rahmad.

Kasus hukum yang menjerat Hasto Kristiyanto telah memanaskan dinamika politik nasional. Sementara KPK terus mendalami dugaan suap dan perintangan penyidikan yang melibatkan Hasto, PDIP merespons dengan keputusan kontroversial yang memicu kritik dari berbagai pihak.

Publik kini menanti apakah PDIP akan mempertahankan sikapnya atau mengoreksi langkahnya di tengah sorotan yang semakin tajam.

Redaksi

Berita Terkait

Program Presiden Prabowo Subianto yang Pro Rakyat Patut Didukung
Meski Kurang Armada dan Anggota, Petugas Kebersihan Kelurahan Tanjung Merdeka Tetap Layani Masyarakat Dengan Baik
Perkebunan Kebun Baru (6KBR) PTPN IV Regional VI Bantah Isu Kebun Tak Dipanen: Brondolan Itu Aset Negara, Bukan Sampah
Polsek Kejuruan Muda Beri Surprise HUT TNI ke-81, Perkuat Sinergi TNI-Polri
HUT TNI ke-81, Polres Aceh Tamiang Berikan Kejutan ke Kodim 0117/Aceh Tamiang
Perkebunan Kebun Baru (6KBR) PTPN IV Regional VI Bantah Isu Kebun Tak Dipanen: Brondolan Itu Aset Negara, Bukan Sampah
Upacara HUT ke-81 TNI. Dandim 0117/Aceh Tamiang Bacakan Amanat Panglima TNI
MENGENAL LEBIH DEKAT Dr. H. Syahganda Nainggolan, M.T., Yang Resmi Menjabat Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 05:05

Program Presiden Prabowo Subianto yang Pro Rakyat Patut Didukung

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:23

Meski Kurang Armada dan Anggota, Petugas Kebersihan Kelurahan Tanjung Merdeka Tetap Layani Masyarakat Dengan Baik

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:16

Perkebunan Kebun Baru (6KBR) PTPN IV Regional VI Bantah Isu Kebun Tak Dipanen: Brondolan Itu Aset Negara, Bukan Sampah

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:46

Polsek Kejuruan Muda Beri Surprise HUT TNI ke-81, Perkuat Sinergi TNI-Polri

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:42

HUT TNI ke-81, Polres Aceh Tamiang Berikan Kejutan ke Kodim 0117/Aceh Tamiang

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:58

Upacara HUT ke-81 TNI. Dandim 0117/Aceh Tamiang Bacakan Amanat Panglima TNI

Minggu, 4 Oktober 2026 - 23:48

MENGENAL LEBIH DEKAT Dr. H. Syahganda Nainggolan, M.T., Yang Resmi Menjabat Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:30

Konsolidasi PKB Langsa Baro Ngebut! 6 DPRt Terbentuk, Target 1.000 Kader di 12 Gampong Sebelum Akhir 2026

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x