KKR Aceh dan Pemkab Aceh Timur Mengadakan Acara Haul Tragedi Simpang Kuala dan Ara Kundoe

- Penulis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoLangsa.Com – Aceh Timur
Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh bekerjasama dengan komunitas korban tragedi Idi Cut (simpang kuala) mengadakan acara peringatan tragedi Idi Cut dan Ara Kundoe. Acara tersebut dalam bentuk kenduri dan doa untuk korban. Acara berlangsung di lapangan Simpang Kuala Idi Cut, Kec. Darul Aman, Kab. Aceh Timur Sabtu 14 Februari 2026.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Aceh yang diwakili oleh Kepala Kesbangpol Aceh, perwakilan Wali Nanggroe, perwakilan kementerian HAM RI diwakili oleh Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM Bapak Munafrizal Manan, Ketua KKR Aceh dan Wakil Ketua serta Anggota Komisioner KKR Aceh, Kepala Sekretariat Komnas HAM Provinsi Aceh, Badan Reintegrasi Aceh, Ketua MAA Prov Aceh, Panglima Laot Aceh, Kasek BRA, Deputi BRA, Rusyidi Mukhtar (Ceulangiek) selalu Wakil ketua Komisi 1 DPRA yang Mewakili Wali Nanggroe Aceh, Bupati dan Wakil Bupati Aceh Timur, Dandim Aceh Timur, Kapolres Aceh Timur dan MPU Aceh Timur, Camat Darul Aman serta perwakilan korban.

Ketua KKR Aceh Masthur Yahya. SH. MHum. CPM menyampaikan bahwa Tragedi Idi Cut–Arakundoe yang terjadi pada 3 Februari 1999 merupakan salah satu peristiwa yang menyisakan duka mendalam dalam sejarah konflik Aceh. Peristiwa ini menimbulkan korban jiwa dari kalangan warga sipil serta dampak sosial dan psikologis yang berkepanjangan bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Tragedi tersebut menjadi simbol penderitaan masyarakat sipil yang terjebak dalam situasi konflik bersenjata, di mana prinsip-prinsip perlindungan HAM tidak berjalan sebagaimana mestinya pada waktu itu.
Hingga hari ini, luka fisik maupun luka batin akibat Tragedi Idi Cut–Arakundoe masih membekas, baik dalam ingatan keluarga korban maupun dalam memori kolektif masyarakat Aceh. Belum optimalnya pemulihan hak-hak korban menjadikan peringatan tragedi ini sebagai ruang moral yang penting untuk menyuarakan kembali harapan akan keadilan dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Ketua panitia Faisal menyampaikan bahwa Peringatan Tragedi Idi Cut–Arakundoe juga memiliki peran strategis dalam merawat ingatan kolektif agar peristiwa kelam di masa lalu tidak dihapus dari kesadaran publik. Ingatan sejarah yang dirawat secara kritis merupakan instrumen penting untuk mencegah keberulangan pelanggaran HAM. Tanpa ingatan dan refleksi, kekerasan berpotensi terulang dalam bentuk dan konteks yang berbeda.

Wali Nanggroe menyampaikan sambutan yang dibacakan oleh Rusyidi Abubakar (Wakil Ketua Komisi 1 DPRA), bahwa kegiatan peringatan ini menjadi sarana edukasi HAM bagi generasi muda. Generasi yang tidak mengalami langsung masa konflik perlu diberikan pemahaman yang utuh tentang dampak pelanggaran HAM, pentingnya penghormatan terhadap hak hidup dan martabat manusia, serta urgensi membangun budaya damai dan keadilan sosial. Dengan demikian, peringatan ini berfungsi sebagai media pembelajaran sejarah, kemanusiaan, dan nilai-nilai demokrasi. Aceh bukan daerah kebencian, Aceh adalah daerah kedamaian.

Gubernur Aceh menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh mendukung sepenuhnya kerja-kerja Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Aceh sebagai bagian dari upaya menghadirkan kejelasan sejarah, pemulihan bagi korban, serta penguatan Rekonsiliasi. Pendekatan yang ditempuh adalah pendekatan yang berlandaskan kebijaksanaan, dialog dan ketenangan, kebijaksanaan, dan komitmen semua pihak.

Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Alfarlaki menegaskan bahwa Peringatan ini bukan semata aktivitas seremonial, melainkan bagian dari upaya menjaga hak atas kebenaran dan hak atas keadilan serta pemulihan korban.
Peristiwa simpang kuala Idi Cut dan Ara Kundoe serta Bumi Flora harus menjadi perhatian serius kembali pihak pemerintah pusat, melalui kementerian HAM yang berhadir kami menitip pesan ini untuk ditindaklanjuti penyelesaiannya, baik secara non yudisial maupun yudisial.
Acara peringatan turut diiringi dengan tahlil dan santunan anak yatim oleh Bupati Aceh Timur, Anggota DPRK Aceh Timur, dan jajaran KPA Aceh Timur dan Aceh Foundation. (Jimbrown/TIM)

Berita Terkait

Dandim 0117/Aceh Tamiang Tinjau Latihan Paskibra Kabupaten Atam
Polsek Rantau Ungkap Penadahan Kendaraan Hasil Pencurian, Satu Unit Yamaha Lexy Berhasil Diamankan di Deli Serdang
Camat Langsa Baro Ajak 12 Gampong Kobarkan Semangat “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”
Kapolres Aceh Tamiang: “Media Mitra Strategis Sampaikan Informasi Akurat ke Masyarakat”.
Polsek Tamiang Hulu Berikan Himbauan Larangan Karhutla cegah Kebakaran Hutan dan Lahan
Kapolda Aceh Hadiri Secara Virtual Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi
Gerak Cepat LSM KCBI Samosir, Paksa Pemkab Hidupkan Pompa Air Mati Bertahun-tahun
Kegiatan Zoom Meeting Launching 2500 Titik Jembatan Garuda dan 3000 Titik Air Bersih
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:33

Dandim 0117/Aceh Tamiang Tinjau Latihan Paskibra Kabupaten Atam

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:29

Polsek Rantau Ungkap Penadahan Kendaraan Hasil Pencurian, Satu Unit Yamaha Lexy Berhasil Diamankan di Deli Serdang

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:13

Camat Langsa Baro Ajak 12 Gampong Kobarkan Semangat “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:03

Kapolres Aceh Tamiang: “Media Mitra Strategis Sampaikan Informasi Akurat ke Masyarakat”.

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:37

Polsek Tamiang Hulu Berikan Himbauan Larangan Karhutla cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:41

Gerak Cepat LSM KCBI Samosir, Paksa Pemkab Hidupkan Pompa Air Mati Bertahun-tahun

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:36

Kegiatan Zoom Meeting Launching 2500 Titik Jembatan Garuda dan 3000 Titik Air Bersih

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:07

Putra Mahkota Kesultanan Gowa Luncurkan Buku Alih Aksara Lontara’ Bilang Gowa Tallo’

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x