Dua Warga Desa Sidodadi Tewas Tersambar Petir

- Penulis

Minggu, 13 Juli 2025 - 15:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoLangsa.Com – Aceh Tamiang
Hujan lebat disertai angin dan petir yang terjadi pada Sabtu sore 12/7 telah membawa duka yang dalam pada keluarga Almarhum Joni (29) Petani dan Davi Akbar (18) pelajar, keduanya saat ditemukan telah meninggal dunia di area Perkebunan PT Desa Jaya Blok 26 Desa Sidodadi Kecamatan Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang pada Minggu, 13 Juli 2025, sekira pukul 08.00 Wib pagi.

Demikian berita ini di sampaikan oleh Kapolres Aceh Tamiang AKBP Muliadi, S.H, M.H, melalui Kasi Humas, Iptu Ismail di ruang kerjanya, Minggu 13-07-2025.

Dalam konferensi Persnya Kasi Humas, Iptu Ismail menyampaikan bahwa kronologis kejadiannya berdasarkan informasi yang di sampaikan oleh Lidyawati (istri dari Almarhum Jonni) bahwa Jonni(korban) pada Sabtu, 12 Juli 2025 minta izin kepadanya (Lidyawati) untuk mencari brondolan buah kelapa sawit dilokasi milik PT Desa Jaya Blok 26 bersama Davi Akbar.

“Korban itu menuju lokasi dengan berjalan kaki, sementara kata saksi Lidyawati, dirinya sangat khawatir karena hujan deras dan petir sangat kencang dan suaminya tidak kunjung pulang ke rumah,” kata Iptu Ismail menerangkan keterangan saksi.

Sambung Kasi Humas, lanjut saksi Lidyawati, pada pukul 22. 00 Wib ia melapor kepada Kepala Dusun Perjuangan, Mulyanto, setelah itu Kepala Dusun beserta warga masyarakat mencari kedua korban ke lokasi areal perkebunan sawit milik PT. Desa Jaya Blok 26, akan tetapi tidak ditemukan, pencarian di berhentikan.

“Kemudian pada hari Minggu, tanggal 13 Juli 2025 sekira pukul 06.00 Wib, Datok Penghulu atau Kepala Desa Sidodadi mengumpulkan warga masyarakat untuk mencari korban dan dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok,” jelas Iptu Ismail.

Selanjutnya, dari keterangan saksi, dalam waktu pencarian Derry Ansyah dan Sutrisno beserta warga masyarakat menemukan Jonni dalam keadaan telungkup sudah tidak bernyawa dan Davi Akbar dalam keadaan terlentang sudah tidak bernyawa.

“Dari penemuan itu, kata saksi, mereka melaporkan ke Datok Penghulu Kampung Didodadi, lalu Datok Penghulu langsung datang ke tempat kejadian peristiwa (TKP) melihat korban bersama warga masyarakat menyatakan korban meninggal dunia Akibat “Tersambar Petir”, dikarenakan muka korban Jonni hitam dibagian kepala dan korban Davi Akbar berwarna hitam di kaki sebelah kiri,” ungkap Kasi Humas.

Berikut, sambung Kasi Humas lagi, Datok Penghulu melaporkan kejadian tersebut ke pihak Bhabinkamtibmas desa tersebut dan Kapolsek Kejuruan Muda, kemudian Datok Penghulu beserta warga masyarakat membawa korban ke rumah duka untuk dilakukan Fardhu kifayah.

“Sudah dilakukan pengecekan ke TKP dan korban oleh pihak Ident Sat Reskrim polres di pimpin langsung oleh Pamapta Polres Aceh Tamiang beserta Piket Fungsi dan Pihak Polsek Kejuruan Muda oleh Kapolsek Kejuruan Muda beserta Personel Polsek Kejuruan Muda,” terang Iptu Ismail.

Kasi Humas menambahkan, berdasarkan data, identifikasi, serta informasi dari lapangan juga dari para saksi, penyebab kematian korban di duga akibat Tersambar Petir di areal kebun Kelapa Sawit Milik PT. Desa Jaya, diketahui keseharian korban mencari Brondolan sawit di Areal kebun Kelapa Sawit Milik PT. Desa Jaya.

“Pihak keluarga menerima dengan ikhlas atas kematian korban dan tidak menempuh jalur hukum dan direncanakan korban akan dikebumikan di TPU kampung Desa Sidodadi Kecamatan Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang,” demikian tutup Kasi Humas Polres Aceh Tamiang. ( Jon )

Berita Terkait

Dari Greenpeace ke Nuklir: Mengapa Pendiri Greenpeace Berubah Pikiran?
Dari Panggung Bengkayang ke Seluruh Nusantara, Perjuangan San San Menghibur Demi Keluarga
Warga Sambut Kepulangan Jamaah Haji Aceh Tamiang 2026
Peringati Harganas Ke-33, Wabup Ismail Tekankan Pentingnya Peran Aktif Ayah untuk Pembangunan Keluarga
BUMDesma Peusangan Jaya LKD Luncurkan Unit Usaha Baru Jual Beli Barang Bekas, Dorong Ekonomi Desa Berbasis Sirkular.
KUHP Baru Berlaku, Polri Tak Lagi Tampilkan Wajah Tersangka ke Publik
Tingkatkan Kesehatan Masyarakat, BPMA – PT Aceh Energy dan Pemkab Bireuen Gelar Khitan Ceria 2026 bagi 200 Anak
WARGA LHOK BANIE APRESIASI PENYALURAN BANTUAN BANJIR PEMKO LANGSA
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 23:23

Dari Greenpeace ke Nuklir: Mengapa Pendiri Greenpeace Berubah Pikiran?

Senin, 29 Juni 2026 - 23:13

Dari Panggung Bengkayang ke Seluruh Nusantara, Perjuangan San San Menghibur Demi Keluarga

Senin, 29 Juni 2026 - 14:28

Warga Sambut Kepulangan Jamaah Haji Aceh Tamiang 2026

Senin, 29 Juni 2026 - 13:36

Peringati Harganas Ke-33, Wabup Ismail Tekankan Pentingnya Peran Aktif Ayah untuk Pembangunan Keluarga

Senin, 29 Juni 2026 - 12:25

BUMDesma Peusangan Jaya LKD Luncurkan Unit Usaha Baru Jual Beli Barang Bekas, Dorong Ekonomi Desa Berbasis Sirkular.

Senin, 29 Juni 2026 - 09:41

Tingkatkan Kesehatan Masyarakat, BPMA – PT Aceh Energy dan Pemkab Bireuen Gelar Khitan Ceria 2026 bagi 200 Anak

Senin, 29 Juni 2026 - 06:43

WARGA LHOK BANIE APRESIASI PENYALURAN BANTUAN BANJIR PEMKO LANGSA

Senin, 29 Juni 2026 - 03:56

Perempuan di Sampit Dibakar oleh Pacarnya

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x