InfoLangsa.Com – Bireuen
Di tengah kondisi pengungsian yang masih berlangsung, warga korban banjir dan tanah longsor di Bireuen kembali menerima bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bantuan tersebut diserahkan kepada para pengungsi yang hingga kini masih bertahan di tenda darurat di halaman Kantor Bupati.
Bantuan tersebut merupakan perhatian dari Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang disalurkan melalui anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Rusydi Mukhtar. Dalam penyerahan bantuan itu, ia turut didampingi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Bireuen, Samsul Admi.

Sejumlah kebutuhan pokok diserahkan langsung kepada warga di lokasi pengungsian, di antaranya beras, mi instan, minyak goreng, air minum dalam kemasan, ikan kaleng, kurma, kompor gas, serta tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram.
Bagi para pengungsi, bantuan tersebut menjadi dukungan penting di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih sejak bencana melanda sejumlah wilayah di kabupaten tersebut.
Perwakilan pengungsi, M. Amin, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat terdampak bencana. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu warga yang hingga kini masih tinggal di tenda darurat.
“Kami bersyukur atas bantuan yang diberikan. Namun yang paling kami harapkan sebenarnya adalah kepastian tempat tinggal bagi warga yang rumahnya rusak atau hilang akibat bencana,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah dapat segera memberikan solusi yang jelas terkait hunian bagi masyarakat terdampak, baik dalam bentuk hunian sementara maupun hunian tetap.
Sementara itu, Rusydi Mukhtar mengatakan perhatian terhadap para korban bencana merupakan tanggung jawab bersama. Ia berharap berbagai persoalan yang masih dihadapi para pengungsi dapat segera diselesaikan melalui koordinasi antara pemerintah daerah, aparat desa, dan pihak terkait lainnya.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar masyarakat yang terdampak bencana dapat segera memperoleh kepastian tempat tinggal dan kembali menjalani kehidupan secara normal.
Hingga kini, para pengungsi masih bertahan di tenda darurat sambil menunggu langkah lanjutan dari pemerintah terkait penanganan pascabencana di wilayah tersebut.
Mega




















