InfoLangsa.Com – Banten
Kemerdekaan itu dalam bayangan benak warga enak mendapat kerja di negeri sendiri, tak perlu ke negeri asing. Nyaman dan damai dalam hidup dan kehidupan sehari-hari. Tidak merasa tertekan oleh pajak yang terkesan mencekik. Tak cemas untuk membeli gas elpiji dan sembilan bahan pokok. Bensin dan solar murah gampang dibeli. Anak-anak sekolah dengan senang gembira, tanpa menahan perut lapar. Berbagai bentuk usaha mencari nafkah halal dan sah, bukan dari hasil korupsi. Pelayan pemerintah enak dan manusiawi tanpa uang pelicin. Kegaduhan politik bisa ditekan sampai titik nol. Seperti hukum yang tidak tebang pilih, karena untuk menyelamatkan kolega dan rekanan yang menjadi anggota mafia pengentit uang negara. Mafia hukum, mafia korupsi dan pencucian uang dari hasil korupsi dan penggelapan harta benda sitaan dari para pemaling bisa segera dibersihkan. Penegakan hukum yang melanggar hukum harus diganjar lebih berat untuk menjaga rasa keadilan bagi rakyat. Pejabat negara dan pemerintahan patut menjadi panutan etika, moral dan akhlak mulia bagi segenap warga bangsa untuk menjaga masa depan yang lebih baik dan beradab sebagai bekal generasi Indonesia Emas tahun 2045. Janji dan tekad kemerdekaan NKRI segera di wujudkan agar tidak sekedar menjadi janji yang menggantung di awan sebagai tontonan yang tidak lucu. Pancasila dan UUD 1945 jangan cuma menjadi slogan kosong. Kabinet pemerintah yang gemuk sepatutnya mencerminkan juga tubuh dan jiwa masyarakat yang gemuk dan sehat. Dewan Perwakilan Rakyat segera menghentikan cerita kosong yang cuma ingin memperkaya diri dan melanggengkan kekuasaan untuk kesenangan dan keamanan dirinya sendiri. Segera hentikan perseteruan dan pertikaian dalam istilah apapun — disintegrasi suku dan bangsa Indonesia dengan alasan apapun. Legislatif kembali menyadari diri sebagai pelayan publik dan mengurus rakyat dengan segenap sumpah dan janji juga kepada Tuhan. Penegak hukum sungguhkah masih percaya kepada karma dan azab Tuhan. Karena itu memperbaiki politik tak cuma bisa mengandalkan dari belas kasih politisi. Kebobrokan ekonomi tidak mungkin bisa dibenahi oleh para tengkulak dan para pelaku rente. Kebobrokan budaya — etika. moral dan akhlak — para pelaksana amanah rakyat harus dilakukan oleh tokoh agama yang tulus, ikhlas, jujur dan percaya sebagai penjaga harmonisasi hidup manusia bersama alam dan seisinya sebagai rahmatan lil alamin, teguh dan tegar untuk mengimplementasikan amar ma’ruf nahi mungkar sebagai khalifah — wakil Tuhan — di bumi.
Amin…amin ya Rabb
Banten, 17 Agustus 2026
Redaksi : InfoLangsa.Com


















