InfoLangsa.Com – Jakarta
Ilmu Blandong Kayu yang dimiliki Joko Widodo hanya bisa dikalahkan oleh ilmu tukang masak, kata Sri Eko Sriyanto Galgendu, saat memberi pencerahan pada puluhan cantrik asuhan Kanjeng Widodo Pradopo Sejati. Selaku Pemimpin Spiritual Nusantara, saat diskusi bersama sahabat dan kerabat spiritual di Semarang, 12 Agustus 2026, usai acara gebyar budaya di Kudus (11 Agustus 2026) dialog di Solo (12 Agustus 2026) siang hingga menjelang magrib bersama sahabat dan kerabat spiritual dari Yogyakarta, Prof. Budi dan Bagus Nur Cahyo, langsung menyambangi sahabat dan kerabat spiritual yang ada di Gunung Jati, Semarang yang dibesut Dr. Kanjeng Widodo Pradopo Sejati bertempat di Pendopo Agungnya yang cukup luas dan apik.
Topik menarik diskusi tentang gerakan kebangkitan kesadaran spiritual dari Timur hingga masalah krisis kepemimpinan yang memiliki sifat dan sikap Kesatria, Brahmana — Satrio Penandito — perlu kemampuan manunggal ling lan Gusti, menjadi topik bahasan menjelang tengah malam. Inilah esensi dari makna “Sangkan Paran Ning Dumadi”, ujar Kanjeng Widodo membenarkan uraian Sri Eko Sriyanto yang semakin dikenal sebagai Wali Spiritual Nusantara.
Sahabat dan kerabat spiritual yang setia mendampingi Pemimpin Spiritual hadir bersama di Kudus hingga Solo sampai ke Semarang untuk kemudian kembali ke Jakarta pada Kamis Malam, 13 Agustus 2026 diantaranya adalah Wowok Prastowo, Dhian dan Dhani.
Lelah dan penat dalam safari budaya uuntuk pemantapan gerakan kebangkitan kesadaran dan pemahaman spiritual ini merupakan bagian dari rencana besar GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) untuk launching “Kitab MA HA IS MA YA” pada September 2026 serta program Diplomasi Spiritual Global yang akan dilakukan GMRI setidaknya pada awal tahun 2027 dengan menyambangi sejumlah negara tetangga untuk memberi gelar asma bumi kepada tokoh spiritual dunia, guna pemantapan Indonesia sebagai pusat gerakan kebangkitan kesadaran spiritual yang sangat diperlukan untuk menata peradaban dunia bersama bangsa-bangsa yang ada di dunia.
Acara safari kerabat dan sahabat GMRI ke Semarang, Demak, Kadilangu, Kudus, Purwodadi, Solo dan kembali ke Semarang, sungguh terbayar dengan rasa kangen silaturrahmi penuh nuansa budaya dan pelampiasan menikmati kuliner lokal yang khas. Gulai ayam khas Kudus Garang Asem, Soto Daging Kerbau, Pindang, Buah Jambu Kadilangu, Tahu Petis khas Solo dan Kopi Gunung Jati Semarang terasa menjadi penawar lelah hingga kembali ke Jakarta.
Semarang – Jakarta, 12-13 Agustus 2026
Redaksi: InfoLangsa.Com


















