InfoLangsa.Com – Samalanga
Memperingati Hari Damai Aceh ( HDA) Ke-21, Keluarga Besar SMA Negeri 1 Samalanga, Kabupaten Bireuen, Mengelar Zikir, Doa Bersama, Dan Tausiah.
Sabtu (15/8/2026) Pagi.
Kegiatan yang berlangsung di Mesjid Raya Samalanga tersebut diikuti para Guru, Kapolsek, Danramil dan ratusan siswa.
Dalam Tausiahnya, Ayah Bushairi Mengatakan
Merawat Perdamaian Aceh Melalui Prestasi, Inovasi, dan Kolaborasi Generasi
Perdamaian di Aceh yang telah berjalan selama lebih dua dekade bukan hanya sebuah pencapaian historis, melainkan sebuah amanah berkelanjutan yang harus terus dirawat. Memasuki usia ke-21 tahun perdamaian Aceh pada 2026 ini, tantangan terbesar bagi generasi muda bukanlah mengangkat senjata, melainkan bagaimana mengisi ruang-ruang kemerdekaan dan kedamaian melalui aksi nyata.
Untuk memastikan perdamaian ini tetap kokoh dan berkelanjutan, generasi muda perlu berfokus pada tiga pilar utama:
Prestasi Akademik dan Non-Akademik: Pendidikan adalah fondasi utama peradaban. Siswa dan pemuda Aceh didorong untuk terus menorehkan prestasi di kementerian regional, nasional, hingga internasional guna membuktikan bahwa Aceh mampu bersaing secara global.
Inovasi di Era Digital: Perkembangan teknologi menuntut pemuda untuk adaptif dan kreatif. Inovasi dalam bidang sains, teknologi, kewirausahaan sosial, maupun seni budaya lokal menjadi motor penggerak ekonomi dan kemajuan daerah tanpa meninggalkan identitas ke-Acehan.
Kolaborasi Lintas Sektor: Kedamaian tercipta karena adanya persatuan. Semangat kebersamaan (gotong royong) harus terus dipupuk melalui kolaborasi antar-sekolah, komunitas, lembaga pendidikan, dan pemerintah agar tercipta ekosistem pembangunan yang inklusif.
Lembaga pendidikan seperti SMA Negeri 1 Samalanga dan sekolah-sekolah lain di seluruh penjuru Aceh memegang peran strategis. Melalui kegiatan pembinaan karakter, majelis taklim, dan kegiatan positif lainnya, sekolah menjadi garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai moderasi, toleransi, dan cinta tanah air.
“Merawat damai berarti merawat masa depan. Estafet kepemimpinan Aceh di masa depan berada di tangan generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia, dan senantiasa menjaga persatuan.”
Di akhir tausiahnya, Bushairi berharap SMA Negeri 1 Samalanga dapat terus berkontribusi melahirkan generasi Aceh yang cerdas secara akademik sekaligus memiliki karakter kuat.
Kepala SMA Negeri 1 Samalanga, Zulfadli, S.pd.i menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini dengan lancar, tertib, dan penuh kekeluargaan.
“Kami sangat bersyukur acara peringatan Hari Damai Aceh ke-21 ini dapat terlaksana dengan baik berkat kerja sama seluruh warga sekolah. Semoga melalui kegiatan Yasinan dan doa bersama ini, nilai-nilai perdamaian senantiasa tertanam di dalam hati anak-anak kami, serta menjadi motivasi bagi mereka untuk terus belajar, menjaga persatuan, dan membangun Aceh ke arah yang lebih baik,” ujar Zulfadli.
“Kegiatan doa bersama dan tausiah ini tidak hanya sekadar acara seremonial, tetapi menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai sejarah dan kedamaian kepada para siswa. Kami ingin anak-anak memahami bahwa nikmat damai yang mereka rasakan hari ini adalah hasil dari perjuangan panjang yang harus dijaga dan diisi dengan hal-hal positif,”Ucap Zulfadli.
Beliau berharap pembinaan karakter melalui kegiatan keagamaan dan kebangsaan seperti ini dapat terus membentuk mental generasi muda SMAN 1 Samalanga agar senantiasa religius, nasionalis, dan siap menjadi motor penggerak kemajuan di masa depan.
HENDRI


















