InfoLangsa.Com – Aceh Tamiang
Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Muslizar, mewakili Bupati Aceh Tamiang menyambut langsung kunjungan kerja Menteri Agama Republik Indonesia dalam hal ini di wakili oleh Sesditjen Pendis Kementerian Agama RI, Bapak Prof, Dr. M. Arskal Salim, GP. M.Ag,. Kegiatan berlangsung di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (12/8/2026).
Dalam sambutannya, Muslizar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Agama RI atas perhatian dan dukungan Pemerintah Pusat terhadap pemulihan fasilitas pendidikan keagamaan dan rumah ibadah yang terdampak bencana.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan selamat datang dan terima kasih atas perhatian serta dukungan Kementerian Agama Republik Indonesia kepada masyarakat Aceh Tamiang,” ujar Muslizar.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan sarana pendidikan keagamaan, pondok pesantren, KUA dan rumah ibadah, sekaligus memperkuat kualitas kehidupan beragama di daerah.
Muslizar juga menegaskan pentingnya sinergi antara Pemerintah Daerah, Kementerian Agama dan berbagai pihak dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan serta menjaga kerukunan antarumat beragama.
Ia berharap bantuan rehabilitasi dapat dimanfaatkan secara tepat dan optimal untuk memperbaiki fasilitas yang rusak serta meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam memperoleh layanan pendidikan dan keagamaan.
“Kami berharap dukungan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak lembaga pendidikan keagamaan, pondok pesantren, serta rumah ibadah yang membutuhkan,” katanya.
Sementara itu, Kakanwil Kementerian Agama Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si., melaporkan kondisi fasilitas pendidikan dan keagamaan yang terdampak bencana banjir.
Ia menyebutkan, banjir menyebabkan kerusakan pada ratusan madrasah, KUA dan tempat ibadah. Selain kerusakan bangunan dan fasilitas, sejumlah dokumen serta data juga tidak dapat diselamatkan.
“Sebanyak 472 madrasah, baik negeri maupun swasta, terdampak banjir. Selain itu, terdapat KUA dan ratusan tempat ibadah yang mengalami kerusakan,” jelas Azhari.
Mewakili Menteri Agama RI, Prof. Dr. M. Arskal Salim, GP., M.Ag., mengatakan pelaksanaan kick off rehabilitasi merupakan langkah awal untuk memastikan proses pemulihan fasilitas pendidikan dan keagamaan berjalan sesuai rencana.
Ia meminta para kepala madrasah dan pihak terkait menggunakan dana bantuan sesuai peruntukan serta memastikan setiap pekerjaan rehabilitasi dilaksanakan dengan baik dan bertanggung jawab.
“Pergunakan dana yang diberikan dengan sebaik-baiknya dan perhatikan pelaksanaan rehabilitasi. Jangan sampai setelah rehabilitasi masih ada laporan plafon rusak, meja goyang atau kursi rusak,” tegasnya.
Arskal Salim juga mengapresiasi jajaran Kementerian Agama yang telah bekerja dalam proses penanganan dan pemulihan fasilitas pendidikan keagamaan pascabencana.
Kegiatan tersebut turut dihadiri kementerian agama RI beserta jajaran, unsur Forkopimda, kepala SKPK, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tamiang beserta jajaran, ulama, pimpinan pondok pesantren serta tamu undangan lainnya. ( Jon )


















