InfoLangsa.Com – Bireuen
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Makmur Tahun 2026 digelar di Gedung Serbaguna Kecamatan Makmur, Senin (2/3/2026). Forum ini membahas evaluasi program sebelumnya sekaligus menyerap usulan pembangunan dari masyarakat untuk perencanaan tahun mendatang.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimcam, para keuchik, mukim, tokoh masyarakat, serta anggota DPRK Bireuen Dapil 3. Dari enam anggota DPRK Dapil 3, dua orang hadir, sementara empat lainnya berhalangan.
Dalam forum itu, Keuchik Seuneubok Baro, Mukhis, menyoroti pembangunan jalan Seuneubok Baro–Pandak yang telah disetujui pada Musrenbang periode 2024–2026 namun hingga kini belum terealisasi. Warga juga mengeluhkan kerusakan jalan lintas Lebu–Ulee Gle sepanjang sekitar 200 meter serta kondisi irigasi yang dinilai perlu segera dikeruk karena Makmur merupakan wilayah langganan banjir.
Perwakilan DPRK Bireuen Dapil 3, Samsul Admi, dalam sambutannya menyampaikan komitmen untuk menjembatani aspirasi masyarakat di tingkat gampong agar dapat diperjuangkan dalam pembahasan anggaran. Ia juga mempersilakan para keuchik dan masyarakat untuk terus berkoordinasi apabila terdapat usulan yang belum sempat disampaikan dalam forum tersebut.
Sekretaris Daerah Bireuen, Hanafiah, S.Pd., M.Si, membuka acara sekaligus membacakan sambutan Bupati Bireuen, H. Mukhlis Ta Kabeya. Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa pendataan rumah korban bencana dilakukan oleh instansi teknis sesuai kewenangan, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sementara pemerintah kabupaten menerima dan menindaklanjuti data tersebut sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Pemerintah juga menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor belum terealisasinya sejumlah program prioritas. Usulan yang belum tertampung tahun ini akan dibahas kembali pada tahap perencanaan berikutnya.
Camat Makmur menyampaikan sejumlah prioritas pembangunan yang diusulkan, antara lain normalisasi sungai, penyediaan air bersih, pembangunan rumah layak huni, serta pembuatan sumur bor. Musrenbang tersebut diharapkan menjadi wadah penyusunan program yang lebih tepat sasaran dan selaras dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan warga dalam pembangunan daerah.
Mega




















