InfoLangsa.Com – Bireun
Musrenbang tingkat kecamatan Juli telah diselenggarakan pada Selasa (24/2/2026) di Gedung Serbaguna Kecamatan Juli, dalam rangka menyusun rencana pembangunan tahun 2027 dengan fokus pada pemulihan wilayah pasca bencana.
Acara dihadiri oleh sejumlah pejabat dan perwakilan masyarakat, antara lain Camat Juli Hendry Maulana, S.IP., M.S.M; perwakilan Anggota DPRK Dapil Juli Jeumpa Ilham Yusri; Sekretaris Daerah Kabupaten Bireuen Azhari; anggota DPD Noval; moderator Bpk. Saiful (Asisten II Administrasi Umum); Bpk. Hanafiah, S.P. dari bidang terkait; serta perwakilan masyarakat Tgk. Zulfikar, Mutia Rahmi, Hadrin, dan Winda Wardani.
Anggota DPD Noval mengangkat persoalan serius terkait kondisi infrastruktur yang tertekan pasca bencana. “Masalah tak jauh dari infrastruktur di daerah kita, sangat membuat tereyyuh. Apalagi kita terkesan terus menghadapi bencana, banyak sekali yang terkena dampak,” ujarnya, menambahkan bahwa dirinya siap melayani masyarakat 24 jam untuk menangani keluhan terkait. Ia menyampaikan bahwa sebagian rumah terambil oleh sungai namun belum mendapatkan tindakan memadai, karena prioritas utama sebelumnya hanya jalan dan jembatan. Sebagai solusi, ia mengusulkan penggunaan tenaga kerja lokal dalam proyek pembangunan agar masyarakat mendapatkan pekerjaan dan penghasilan, serta meminta maaf karena tidak semua permintaan bisa ditindaklanjuti secara instan namun akan dilakukan bertahap.
Sebagai prioritas utama, diusulkan perbaikan jalan Salah Sirung yang terkait dengan rencana pembangunan jalan Suka Tani menuju Pantai Peusangan, serta jalan Teupi Maneh yang menghubungkan Simpang Jaya dan Alue Limeng yang memerlukan pembangunan jembatan baru akibat gangguan aksesibilitas pasca bencana. Beberapa jembatan gantung dan rangka baja yang menjadi tulang punggung konektivitas juga masuk dalam daftar usulan perbaikan, yaitu jembatan di Simpang Jaya, Simpang Mulia, Devak Kerueng Simpuh, Salak Sirung, Bale Panah (Kedusun Kubang Hitam), dan Pantebaru. Hal ini sejalan dengan data bahwa beberapa jembatan di Kabupaten Bireuen mengalami kerusakan akibat arus deras Sungai Krueng Peusangan pada akhir November 2025, yang menyebabkan terkurungnya akses di beberapa wilayah.
Selain infrastruktur, waduk Serebuk Prades sebagai sumber air bagi lahan persawahan menjadi sorotan penting. Usulan normalisasi waduk termasuk pengerukan sedimen diajukan untuk memastikan pasokan air stabil dan mencegah banjir, yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian yang terganggu akibat bencana.
Perbaikan rumah warga yang rusak akibat bencana juga menjadi perhatian khusus. Selain itu, lahan perkebunan dan pertanian yang rusak diperkirakan akan meningkatkan angka kemiskinan jika tidak segera mendapatkan perhatian. Masyarakat juga berpartisipasi aktif dengan menyampaikan usulan dan aspirasi, salah satunya Galam yang menyampaikan harapan agar pembangunan segera direalisasikan. “Kami sudah lama menunggu pembangunan ini, semoga segera terlaksana,” katanya.
Secara keseluruhan, Musrenbang ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memulihkan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus membangkitkan kembali ekonomi lokal Kecamatan Juli.
Mega




















