Aceh Berseru Lewat Ingatan, Bukan Senjata Lagi

- Penulis

Jumat, 13 Juni 2025 - 15:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Info Langsa
Aceh lagi-lagi bersuara bukan lewat senjata, tapi lewat ingatan panjang dan kesadaran sejarah. Di tengah sorotan publik, rasa kecewa yang dirasakan masyarakat Aceh sekarang bukan hal baru. Ini luka lama yang terbuka lagi. Bagian dari perjalanan panjang yang penuh perjuangan, air mata, dan pengorbanan. Saat status sebuah pulau diputuskan sepihak, Aceh merasa diabaikan. Seolah-olah dilupakan dari peta sejarah dan haknya sendiri.

Tapi rakyat Aceh nggak tinggal diam. Dari lorong-lorong kampung sampai ruang diskusi anak muda di kampus, semangat itu terus menyala. Ini bukan cuma soal batas wilayah, tapi soal harga diri dan sejarah yang harus dihormati. Apa yang dulu milik Aceh, nggak bisa seenaknya diambil begitu aja.

Dan di tengah dinamika ini, lahir suara-suara dari kaum muda. Mereka nggak cuma bawa data dan fakta, tapi juga nurani. Hadir sebagai penyambung harapan dan semangat perjuangan, dengan cara yang damai dan terarah. Karena perjuangan nggak selalu harus keras, tapi bisa lewat langkah yang bijak dan penuh cinta pada tanah kelahiran.

Republik ini memang satu, tapi Aceh punya identitas yang nggak bisa dihapus begitu aja. Seperti pepatah bilang, bambu nggak akan tumbuh jauh dari rumpunnya.

Pulau itu tetap milik Aceh. Dan akan selalu jadi bagian dari Aceh.

Dan sekarang, rakyat nggak cuma menuntut keadilan tapi juga tanggung jawab. Karena keputusan sepihak yang penuh luka ini nggak bisa dilewatkan begitu aja. Suara dari Aceh makin keras Copot Menteri Dalam Negeri.

Karena kalau pejabat pusat bisa seenaknya main tanda tangan tanpa dengar suara rakyat, maka dia juga harus siap dicopot oleh suara yang sama. (Zainal).

Berita Terkait

Dari Rapat ke Pasar: Walikota Langsa Pantau Harga Pokok Untuk Warga
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80 Polres Bireuen Sukses Mengumpulkan 86 Kantong Darah.
RIBUAN MASSA ATAM JAGO AKSI DAMAI DI DPRK ACEH TAMIANG, DUKUNG ASTA CITA & MBG
Cetak Generasi Tangguh, Babinsa Koramil 02/Langsa Gembleng Calon Prajurit TNI Sejak Dini
Babinsa Koramil 15/Plkb Sertu Eko Pranoto Bantu Rehab SMK Negeri 1 Peureulak, Wujud Nyata Kepedulian TNI terhadap Pendidikan
Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polres Bireuen Berbagi Bansos untuk Tukang Becak, Tukang Parkir dan Warga Kurang Mampu
Tingkatkan Mutu Pendidikan Islam, Rektor IAIN Langsa Promosikan Pascasarjana di Bener Meriah
Giat Babinsa Kodim 0117/Atam dalam Sehari: Dari Ladang Timun ke Posyandu & Becak
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:39

Dari Rapat ke Pasar: Walikota Langsa Pantau Harga Pokok Untuk Warga

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:19

Jelang Hari Bhayangkara Ke-80 Polres Bireuen Sukses Mengumpulkan 86 Kantong Darah.

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:13

RIBUAN MASSA ATAM JAGO AKSI DAMAI DI DPRK ACEH TAMIANG, DUKUNG ASTA CITA & MBG

Kamis, 25 Juni 2026 - 07:53

Cetak Generasi Tangguh, Babinsa Koramil 02/Langsa Gembleng Calon Prajurit TNI Sejak Dini

Kamis, 25 Juni 2026 - 07:30

Babinsa Koramil 15/Plkb Sertu Eko Pranoto Bantu Rehab SMK Negeri 1 Peureulak, Wujud Nyata Kepedulian TNI terhadap Pendidikan

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:41

Tingkatkan Mutu Pendidikan Islam, Rektor IAIN Langsa Promosikan Pascasarjana di Bener Meriah

Kamis, 25 Juni 2026 - 05:39

Giat Babinsa Kodim 0117/Atam dalam Sehari: Dari Ladang Timun ke Posyandu & Becak

Kamis, 25 Juni 2026 - 02:48

SATPOL PP & WH ACEH TAMIANG TERTIBKAN SYIAR ISLAM: TOKO WAJIB TUTUP SAAT MAGRIB & JUMAT

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x