Gempur !!! “KPPBCTMP C Langsa Musnahkan 545.452 Batang Rokok Ilegal Hasil Tindakan Cukai”

- Penulis

Kamis, 9 April 2026 - 09:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoLangsa.Com – Kota Langsa
Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBCTMP C) Langsa kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penegakan hukum secara tegas, konsisten, dan transparan.

Kegiatan Pemusnahan Rokok Ilegal sebanyak 545.452 Batang dilaksanakan bersama KasatPol Tiga Wilayah Kota Langsa, Aceh Tamiang dan Aceh Timur serta Kepala KPPN Langsa dan KPPN Pratama Langsa di lingkungan Kantor Bea Cukai Langsa, Provinsi Aceh, pada Kamis, 9 April 2026.

Kepala Kantor Bea Cukai Langsa, Dwi Harmawanto menerangkan bahwa “Pelaksanaan pemusnahan Barang Kena Cukai Hasil Tembakau (BKC HT) Ilegal berupa 545.452 batang rokok ini merupakan tindak lanjut atas hasil penindakan di bidang cukai sekaligus bagian dari pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di bidang pengawasan, penegakan hukum, pelayanan dan fasilitasi, serta optimalisasi penerimaan negara”.

Dwi Harmawanto juga mengatakan bahwa “Barang hasil penindakan yang dimusnahkan merupakan akumulasi dari 63 Surat Bukti Penindakan (SBP) dalam periode Mei 2025 sampai dengan Februari 2026, dengan nilai barang sebesar Rp1.293.331.780,- dan perkiraan kerugian negara sebesar Rp886.757.053,-“.

“Pemusnahan ini merupakan langkah yang ditempuh untuk memastikan barang hasil penindakan tidak kembali beredar di masyarakat, tidak lagi memiliki manfaat ekonomis, serta menjadi bagian dari penyelesaian barang hasil penindakan secara akuntabel”. Tegas Dwi Harmawanto.

Upaya pengawasan dan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal tersebut juga dilaksanakan melalui sinergi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait lainnya, terutama Satuan Polisi Pamong Praja, antara lain melalui operasi pasar dan sosialisasi ketentuan di bidang cukai kepada masyarakat dan pelaku usaha.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kepatuhan, menekan peredaran Barang Kena Cukai ilegal, serta memperkuat perlindungan masyarakat.

Ke depan, sinergi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait akan terus ditingkatkan guna mendukung efektivitas pengawasan dan penegakan hukum di wilayah kerja Bea Cukai Langsa.

Pelaksanaan pemusnahan telah memperoleh persetujuan dari pejabat yang berwenang, yakni berdasarkan Surat Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara Nomor S-306/MK/KN.4/2025 tanggal 19 November 2025, Surat Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Lhokseumawe Nomor S-142/MK/KNL.0102/2025 tanggal 24 November 2025, dan Surat Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Lhokseumawe Nomor S-27/MK/KNL.0102/2026 tanggal 9 Maret 2026.

Dari sisi regulasi, penyelesaian barang hasil penindakan di bidang cukai berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17 Tahun 2024 tentang Tata Cara Penyelesaian Barang Kena Cukai dan Barang Lain yang Dirampas untuk Negara, yang Dikuasai Negara, dan yang Menjadi Milik Negara.

Sementara itu, pengelolaan BMN yang berasal dari aset eks kepabeanan dan cukai, termasuk pemusnahan, juga diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 150 Tahun 2023 sebagai perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 51/PMK.06/2021. Regulasi tersebut menegaskan bahwa pemusnahan merupakan salah satu bentuk pengelolaan barang dan dimaknai sebagai tindakan memusnahkan fisik dan/atau kegunaan barang.

Jenis barang yang dimusnahkan terdiri atas berbagai merek rokok ilegal, antara lain H&D, Manchester, Englishman, Luffman, IB, Mer-C, Oris Pulse, Platinum Seven, Luckyman, dan berbagai merek lainnya sesuai data inventaris barang hasil penindakan.

Keragaman merek tersebut menunjukkan bahwa peredaran rokok ilegal masih berlangsung dalam berbagai bentuk dan memerlukan pengawasan serta penindakan yang berkelanjutan.

Proses pemusnahan dilaksanakan secara terbuka dan akuntabel dengan cara rokok dipotong terlebih dahulu untuk menghilangkan bentuk fisik dan kegunaannya, kemudian dimusnahkan dengan cara dibakar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Tata cara tersebut selaras dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17 Tahun 2024 yang mendefinisikan pemusnahan sebagai kegiatan untuk menghilangkan wujud awal dan/atau sifat hakiki barang kena cukai dan/atau barang lain, serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 150 Tahun 2023 yang menegaskan pemusnahan sebagai tindakan memusnahkan fisik dan/atau kegunaan BMN.

Dalam ketentuan umum pelaksanaan pemusnahan BMN, pemusnahan juga dapat dilakukan dengan cara dibakar dan pelaksanaannya dituangkan dalam Berita Acara Pemusnahan.

Dengan demikian, metode pemotongan dan pembakaran tersebut dilakukan untuk memastikan barang hasil penindakan tidak dapat digunakan kembali maupun beredar kembali di masyarakat, sekaligus dilaksanakan sesuai persetujuan pejabat yang berwenang dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kepala Kantor Bea Cukai Langsa, Dwi Harmawanto, juga menyampaikan bahwa kegiatan pemusnahan ini merupakan wujud nyata komitmen Bea Cukai Langsa dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penegakan hukum secara tegas, konsisten, dan transparan.

“Pemusnahan ini bukan sekadar tahapan administratif, melainkan bagian dari penegakan hukum untuk memastikan rokok ilegal tidak kembali beredar di masyarakat. Bea Cukai Langsa akan terus memperkuat pengawasan, bersinergi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait, melindungi masyarakat, dan menjaga penerimaan negara dari sektor cukai,” Pungkasnya.

Peredaran rokok ilegal tanpa pita cukai atau yang tidak memenuhi ketentuan di bidang cukai berdampak pada hilangnya potensi penerimaan negara dan menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat bagi pelaku usaha yang patuh terhadap ketentuan.

Karena itu, pemusnahan barang hasil penindakan menjadi langkah penting dalam menutup rangkaian proses penegakan hukum sekaligus mencegah barang ilegal kembali beredar di masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Bea Cukai Langsa menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan dan penindakan terhadap peredaran Barang Kena Cukai ilegal di wilayah kerjanya.

Bea Cukai Langsa juga mengimbau masyarakat untuk tidak membeli, menjual, maupun mengedarkan rokok ilegal serta turut berperan aktif melaporkan apabila menemukan indikasi pelanggaran di bidang kepabeanan dan cukai

Redaksi

Berita Terkait

231 Siswa Kelas XII SMKN 3 Langsa Unjuk Karya Hasil Uji Kompetensi Keahlian
Wakil Bupati Bireuen Buka Musrenbang Kabupaten Bireuen Tahun 2027
Patroli Kamtibmas Berbuah Penindakan, Personel Polsek Idi Rayeuk Amankan Terduga Pelaku Narkoba, 12 Paket Sabu Disita
Muhammad Junaidi, S. Sos Terpilih Memimpin Gampong Lancok – Lancok Periode 2026-2032.
Mencari Arah Pembangunan Sumba Barat Daya
280 Siswa SMPN 3 Bireuen Mengikuti TKA Secara Daring.
Sidang Perdana Praperadilan Polres Langsa Digelar: PGRI Dukung Penuh Pemohon.
Jaga Balita Tetap Sehat, Babinsa Dampingi Posyandu Di Desa Binaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 11:05

231 Siswa Kelas XII SMKN 3 Langsa Unjuk Karya Hasil Uji Kompetensi Keahlian

Kamis, 9 April 2026 - 10:05

Wakil Bupati Bireuen Buka Musrenbang Kabupaten Bireuen Tahun 2027

Kamis, 9 April 2026 - 09:51

Gempur !!! “KPPBCTMP C Langsa Musnahkan 545.452 Batang Rokok Ilegal Hasil Tindakan Cukai”

Rabu, 8 April 2026 - 15:38

Patroli Kamtibmas Berbuah Penindakan, Personel Polsek Idi Rayeuk Amankan Terduga Pelaku Narkoba, 12 Paket Sabu Disita

Rabu, 8 April 2026 - 14:15

Muhammad Junaidi, S. Sos Terpilih Memimpin Gampong Lancok – Lancok Periode 2026-2032.

Rabu, 8 April 2026 - 11:08

280 Siswa SMPN 3 Bireuen Mengikuti TKA Secara Daring.

Rabu, 8 April 2026 - 08:27

Sidang Perdana Praperadilan Polres Langsa Digelar: PGRI Dukung Penuh Pemohon.

Rabu, 8 April 2026 - 06:15

Jaga Balita Tetap Sehat, Babinsa Dampingi Posyandu Di Desa Binaan

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x